<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alumni Smada Ngawi</title>
	<atom:link href="http://alumni.smadangawi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumni.smadangawi.net</link>
	<description>Informasi Smada Ngawi Alum</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 05:44:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tetap semangat dalam bersilaturrohim</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/29/tetap-semangat-dalam-bersilaturrohim/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/29/tetap-semangat-dalam-bersilaturrohim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 16:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1609</guid>
		<description><![CDATA[Serunya berkumpul dan berbagi cerita adalah salah satu hal yang membuat kita senantiasa merasa muda dan selalu berbahagia. Dalam bulan penuh berkah dan rahmat ini tentunya tidak disia-siakan oleh Alumni Smadangawi dalam bersilaturrohmi dalam rangka mempererat simpul keluarga besar yang semakin terpatri ini.
Alumni Smadangawi Jabodetabek (sektor barat) atau yang biasa disebut Alumni Smadangawi Batavia, menggelar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Serunya berkumpul dan berbagi cerita adalah salah satu hal yang membuat kita senantiasa merasa muda dan selalu berbahagia. Dalam bulan penuh berkah dan rahmat ini tentunya tidak disia-siakan oleh Alumni Smadangawi dalam bersilaturrohmi dalam rangka mempererat simpul keluarga besar yang semakin terpatri ini.</p>
<p align="justify">Alumni Smadangawi Jabodetabek (sektor barat) atau yang biasa disebut Alumni Smadangawi Batavia, menggelar Buka Bersama semua angkatan. Kamis 26 Agustus 2010 yang bertepatan dengan malam Nuzulul Quran, sedikitnya ada 25 alumni yang berkumpul dalam satu ruangan di Wisma Staco, Casablanka, yang merupakan kantor dari salah satu Alumni Smadangawi juga.</p>
<p align="justify">Undangan online yang tersebar via Facebook cukup efektif disambung dengan koordinasi melalui pesan pendek ke rekan &#8211; rekan Alumni yang ada di Jabodetabek. Alhamdulillah, cukup mewakili dari angkatan &#8211; angkatan yang ada di Jakarta dan sekitarnya, meski tak mencapai target secara kuantitas.</p>
<p align="justify">Acara ini dibuka dengan sruputan kolak asli pasar sore Ngawi , taujih dan perkenalan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Alumni Smadangawi Batavia , Arief Kurniawan, dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.</p>
<p align="justify">Acara yang singkat ini diisi juga dengan sharing session dengan salah satu Alumni Smadangawi yang sudah sukses dengan mempunyai sedikitnya 6 perusahaan yang kini dipimpinnya. Bukti keuletan dan kesungguhan dalam berusaha adalah menciptakan mimpi menjadi kenyataan besar dan kesuksesan yang luar biasa.</p>
<p align="justify">Bermimpilah yang besar dan jangan mudah menyerah agar bisa menjadi sukses, itulah salah satu pesan yang disampaikan Pak Bambang Prihandoko, Alumni Smadangawi 1976 ini. Masih dengan semangatnya yang terlihat tak pernah padam , sama seperti saat bertemu pertama kali di Silaturrohim Batavia III setahun silam.</p>
<p align="justify">Sementara itu di Surabaya, Alumni Smadangawi Suroboyo pun mengadakan buka bersama di salah satu rumah makan di Jl. Dr. Sutomo Surabaya, hari ini 29 Agustus 2010. Semangat berkumpul dan silaturrohim menjadi pengerat dan perekat ikatan kekeluargaan yang makin kental itu.</p>
<p align="justify">
<ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/29/tetap-semangat-dalam-bersilaturrohim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siap lahir batin menyambut Ramadhan</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/siap-lahir-batin-menyambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/siap-lahir-batin-menyambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 08:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[batin]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1603</guid>
		<description><![CDATA[

Dari Salman al-Farisi ra. ia berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir bulan Sya ban berkhutbah kepada kami, beliau bersabda, &#8220;Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1. 000 bulan. Alloh menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan-1.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan-1-300x225.jpg" alt="" title="ramadhan-1" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1604" /></a>
<p align="justify">
Dari Salman al-Farisi ra. ia berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir bulan Sya ban berkhutbah kepada kami, beliau bersabda, &#8220;Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1. 000 bulan. Alloh menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu`).
</p>
<p align="justify">
Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan<br />
yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah).
</p>
<p align="justify">
Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan bukaan (ifthar) kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa menguarai pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.&#8221; Kemudian para Sahabat berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai bukaan orang yang berpuasa.&#8221;
</p>
<p align="justify">
Rasulullah SAW berkata, &#8221; Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan bukaan dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.&#8221; (HR Baihaqi)
</p>
<p align="justify">
Khutbah Nabi SAW yang diriwayatkan dari seorang Sahabat mulia, Salman al-Farisi di atas mengandung (secara implisit) beberapa stimulan dalam menyongsong bulan Ramadhan. Nabi SAW dalam khutbahnya tersebut menginginkan agar umat Islam benar benar memahami<br />
kualitas tamu agung yang akan mendatangi umat Islam ini. Stimulan dalam khutbah di atas dapat dijabarkan dalam beberapa poin:
</p>
<p align="justify">
<strong>Pertama</strong>, bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung dan penuh keberkahan. Keagungan dan keberkahan bulan ini dapat dilihat dari penghormatan Allah terhadapnya. Allah menurunkan Al-Qur&#8217;an di dalamnya. Selain itu, ada sebuah fenomena yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya, di mana hati setiap Mukmin tergerak untuk bersedekah lebih banyak, membaca Al-Qur&#8217;an lebih getol, dan qiyamullail. Sehingga dapat dikatakan bahwa Ramadhan merupakan &#8216;musim seminya&#8217; Al-Qur&#8217;an. Lebih dari itu semua, keagungan dan keberkahan Ramadhan karena memiliki satu malam yang nilai ibadah di dalamnya lebih baik dari 1.000 bulan, yakni malam Laitul Qadar.
</p>
<p align="justify">
Hal ini secara gamblang dijelaskan oleh Allah SWT:<br />
&#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur&#8217;an pada malam Laitul Qadar. Tahukah kalian apa Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala<br />
urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar.&#8221; (Qs. Al-Qadr [97]: 1-5).
</p>
<p align="justify">
Sungguh, malam Lailatul Qadar itu merupakan bonus ibadah bagi setiap Mukmin. Secara matematis, 1.000 bulan itu sekitar 84 tahun. Padahal umur manusia (umat Islam) jarang yang mencapai angka itu. Tapi, jika ibadah pada malam Lailatul Qadar itu benar-benar (dilakukan) karena mengharap ridha Allah, maka nilainya lebih baik dari ibadah yang dilakukan selama 1.000 bulan.
</p>
<p align="justify">
Oleh karena itu, Nabi SAW memberikan contoh bagaimana agar setiap Muslim bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh akhir Ramadhan. Dalam Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA. beliau bersabda, &#8220;Carilah malam Lailatul Qadar itu pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.&#8221; (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam bab keutamaan &#8216;Lailatul Qadar&#8217;/ 2020).
</p>
<p align="justify">
Oleh karenanya, beliau menganjurkan agar setiap Mukmin yang berpuasa dapat menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan (perhitungan) , &#8221; barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuhkeimanan dan keikhlasan (perhitungan) , maka dosanya yang telah lalu diampuni.&#8221;(Dikeluarkan oleh<br />
Imam Bukhari dalam bab keutamaan Lailatul Qadar/2014).
</p>
<p align="justify">
<strong>Kedua,</strong> pelipatgandaan pahala kebaikan. Ramadhan merupakan bulan yang menjadikan nilai seorang hamba berlipat-lipat. Pahala sunnah dinilai sebagai pahala amal yang wajib, yang dikerjakan pada bulan lain. Bahkan, satu kebaikan dibalas dengan 70 kebaikan. Luarbiasa!
</p>
<p align="justify">
<strong>Ketiga,</strong> bulan kesabaran. Proses imsak yang dilakukan bagi setiap orang yang puasa, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari merupakan sebuah proses pembentukan karakter sabar. Satu perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Pada bulan inilah setiap<br />
Mukmin yang berpuasa digembleng untuk menjadi seorang yang ulet dan tahan uji. Sehingga Nabi SAW menyatakan bahwa balasan sabar adalah surga. Hal ini sangat parallel dengan firman Allah: &#8220;Jadikanlah sabar dan shalat itu sebagai penolong kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.&#8221; (Qs. Al-Baqarah [2]:153).
</p>
<p align="justify">
<strong>Keempat,</strong> Ramadhan merupakan bulan &#8217;semangat sosial&#8217;. Seorang yang melakukan puasa merupakan orang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Empati mereka benar-benar tampak nyata. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan bersedekah dan berderma padabulan Ramadhan<br />
sangat fenomenal.
</p>
<p align="justify">
Maka tidak heran, jika sejak awal puasa, para ulama membolehkan pembayaran zakat fitrah. Ini merupakan bentuk konkret dari &#8216;kepekaan sosial&#8217;. Karena ternyata, seorang Mukmin yang berpuasa diajak langsung praktek merasakan lapar dan dahaga,<br />
sebagaimana yang dirasakan oleh para fakir-miskin.
</p>
<p align="justify">
Bahkan, orang yang memberikan bukaan kepada orang yang berpuasa akan menjadi ampunan dosa, dibebaskan dari api neraka dan memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukan puasa itu sendiri. Lebih untung lagi, ternyata pahala yang berpuasa itu tidak berkurang sedikitpun.
</p>
<p align="justify">
<strong>Kelima,</strong> Ramadhan memiliki tiga bagian penting: rahmat, ampunan (maghfirah) dan pembebasan dari api neraka. Tentunya, untuk memperoleh ketiga substansi puasa tersebut, seorang Mukmin harus benar-benar memurnikan niat dan membulatkan ikhtiarnya: untuk<br />
mempersembahkan ibadah yang terbaik kepada Allah.
</p>
<p align="justify">
Dengan demikian, seorang Mukmin tidak bisa bertindak pragmatis: memilah dan memilih bagian dari ketiga substansi tersebut. Ia harus dilalui secara berurutan. Dengan demikian, pembebasan dari api neraka tidak akan tercapai, sebelum diperolah maghfirah Allah SWT. Dan maghfirah ini tidak akan direngkuh, sebelum mendapatkan rahmat (kasih sayang) Allah SWT.
</p>
<p align="justify">
Ketiga subtansi itu tidak bisa dipisahkan, karena puasa merupakan hak prerogatif Allah, &#8220;Setiap amalan Anak<br />
Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan aku (sendiri) yang akan membalasnya.&#8221; (Hadits Qudsi. Hadits Qudsi<br />
ini diriwayatkan dari Abdullah ibn Muhammad, dari Hisyam, dari Ma`mar, dari az-Zuhrî, dari Ibnu al-Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW).
</p>
<p align="justify">
Khutbah Nabi SAW adalah khutbah yang ditujukan kepada kita. Seolah-olah beliau berdiri di hadapan kita: memberikan tuntunan dalam menyambut sang tamu agung. Kita berharap khutbah beliau menjadi pedoman komplit sebelum &#8217;sang tamu agung&#8217; datang kehadapan kita. Dengan demikian, lahir dan batin kita telah siap menerima kehadirannya.
</p>
<p align="justify">
Wallahu a`lamu bi as-shawab!</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<blockquote><p>Sangatlah cantik kain pelikat… Dipakai orang  pergi ke pekan.. Puasa Ramadhan sudahlah dekat.. Salah &#038; khilaf mohon dimaafkan..</p></blockquote>
<p>&#8212;&#8211;<br />
khutbah terakhir rasululloh SAW</p>
<ul class="related_post"><li>August 4, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/08/04/menyambut-ramadhan-dengan-ketulusan-doa/" title="Menyambut Ramadhan dengan Ketulusan Doa">Menyambut Ramadhan dengan Ketulusan Doa (0)</a></li><li>August 23, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/23/ngabuburit-batavia/" title="Ngabuburit Batavia">Ngabuburit Batavia (0)</a></li><li>August 14, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/14/sambutlah-ramadhan/" title="Sambutlah Ramadhan&#8230;">Sambutlah Ramadhan&#8230; (1)</a></li><li>September 17, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/09/17/80-paket-sembako-untuk-mereka/" title="80 Paket Sembako untuk &#8216;mereka&#8217;">80 Paket Sembako untuk &#8216;mereka&#8217; (0)</a></li><li>September 11, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/09/11/ramadhan-berbagi/" title="Ramadhan Berbagi">Ramadhan Berbagi (0)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/siap-lahir-batin-menyambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Negeri 5 Menara</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/belajar-dari-negeri-5-menara/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/belajar-dari-negeri-5-menara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 02:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lima menara]]></category>
		<category><![CDATA[wijang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[
Lembar terakhir buku kiriman kakakku selesai sudah kulahap habis. Buku berisikan kisah nyata dari seorang perantau dari ranah minang memberiku banyak inspiratif sekaligus memaksa diriku untuk menyatukan kembali penggalan-penggalan peristiwa 20 tahun silam. Saat aku selesai dari sekolah dasar dan menjadi santri baru di Pondok Madani (meminjam istilah A Fuadi untuk menyebut PM Gontor), masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/cover-lima-menara.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/cover-lima-menara-202x300.jpg" alt="" title="cover-lima-menara" width="202" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1600" /></a>
<p align="justify">Lembar terakhir buku kiriman kakakku selesai sudah kulahap habis. Buku berisikan kisah nyata dari seorang perantau dari ranah minang memberiku banyak inspiratif sekaligus memaksa diriku untuk menyatukan kembali penggalan-penggalan peristiwa 20 tahun silam. Saat aku selesai dari sekolah dasar dan menjadi santri baru di Pondok Madani (meminjam istilah A Fuadi untuk menyebut PM Gontor), masih terekam jelas saat tubuh mungil ini harus berlarian mengejar waktu agar tidak terlambat datang ke masjid maupun ke kelas, karena disana displin adalah harga mati, dan bagaimana membiasakan lidah ini untuk berbicara dalam dua bahasa asing (Arab dan Inggris) sekaligus. Amazing dan menakjubkan dalam waktu 4 bulan kami anak-anak yang baru saja lulus dari bangku sekolah dasar sudah bisa berbicara menggunakan bahasa  Arab dan Inggris, sungguh sistem yang menakjubkan.
</p>
<p align="justify">
Yang tak kalah menakjubkan lagi adalah keikhlasan yang tertanam dan terpatri kuat dalam hati kami. Saat melakukan kesalahan baik pelanggaran disiplin atau pelanggaran bahasa kami ikhlas menerima pukulan sajadah ke punggung ini atau pukulan batang rotan, dan mejadi agen 007 sebagai hukuman. Tidak ada dendam di hati ini sedikitpun kepada kakak kelas yang menghukum kami, partikel-partikel ikhlas itulah yang menyatukan hati ini, sang kakak kelas ikhlas menghukum untuk membenarkan sekaligus mendidik adik-adiknya dan sang adik kelas sebagai terhukum ikhlas menerima hukuman karena memang bersalah. Hubungan inilah yang jarang ada bahkan tidak ada dalam dunia pendidikan di tanah air kita Indonesia tercinta.
</p>
<p align="justify">
Dalam dunia pendidikan sekarang ini semuanya dinilai dari segi materi, seorang guru mau menjadi Pembina atau pendamping kegiatan ekstrakulikuler karena adanya kredit point untuk kebutuhan jenjang kepangkatan atau sekedar untuk beberapa pecahan rupiah dan semuanya bermuara pada satu tujuan yaitu uang. Sangat susah menemukan guru seperti para ustadz (sebutan guru di PM Gontor) yang mengajar para santri karena ingin beramal sholeh dan beribadah bukan karena materi. Padahal kebanyakan dari mereka adalah lulusan S3 dari beberapa universitas ternama di luar negeri, sungguh tidaklah sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan lain di luar pesantren, tapi ruh ikhlas di hati mereka membawanya kembali ke pesantren yang tidak membayar sepeserpun untuk jasa mereka sebagai seorang ustadz, sekali lagi sungguh luar biasa.
</p>
<p align="justify">
Menjadi seorang ustadz (guru) adalah panggilan jiwa sedang limpahan materi adalah efek samping dari panggilan jiwa itu. Jika keadaan ini diputarbalikkan menjadi materi adalah tujuan utama dari profesi seorang guru maka yang terjadi adalah petaka besar bagi dunia pendidikan kita. Berita-berita di media masa telah banyak mengabarkan bagaimana seorang murid yang dihukum gurunya bersama kedua orang tuanya balik mengadukan gurunya ke kantor polisi, padahal maksud sang guru menghukum adalah untuk memberi efek jera pada anak didiknya, jadi apa yang salah dalam kasus ini, semua itu terjadi karena tidak adanya ikatan antar partikel di hati mereka dan ikhlaslah yang bisa menyatukan partikel-partikel hati mereka. Saat kelas 1 sekolah dasar saya pernah dihukum dengan cara dipukul jari-jari saya karena kukunya panjang-panjang dan orangtua saya tidak melaporkan guru yang telah memukul anaknya ke kantor polisi, karena orangtua saya pasrah dan ikhlas menyerahkan anaknya untuk dididik.
</p>
<p align="justify">
Ikhlas telah membuat hubungan antara murid dan guru sangat dekat sehingga apa yang diajarkan akan melekat erat dalam memori sang murid. Sungguh sampai sekarang saya masih sangat hafal pelajaran-pejalaran yang saya pelajari 20 tahun silam, walaupun itu sekedar pelajaran membaca. Detail demi detail peristiwa pembelajaran itu sangat lekat dalam ingatan ini. Tetapi hal ini sangat terbalik 180 derajat dengan keadaan saat aku belajar di Madrasah Tsanawiyah  dan Sekolah Menengah Umum semua pelajaran itu menguap begitu saja kecuali untuk fisika saat Madrasah Tsanawiyah dan Kimia untuk SMU. Semua terjadi karena adanya partikel ikhlas diantara kami, ini dapat dirasakan dari idealism dan cara mengajarnya, khusu kimia SMU walaupun dia bukan guru kelasku tapi dia mau menjawab teleponku saat aku kesusahan mengerjakan soal-soal kimia.
</p>
<p align="justify">
Maka demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia tercinta ini pada umumnya dan di SMA Negeri 2 Ngawi juga MTsN Paron pada khususnya maka saya mengajak semua pihak untuk membaca dan menelaah lebih lanjut buku Negeri 5 Menara, kita ambil hikmah terbaik dari buku ini. “MARI BERSAMA-SAMA KITA LURUSKAN NIAT, SEMPURNAKAN IKHTIAR” demi tercapainya cita-cita kita bersama dalam membangun negeri ini. Sekali lagi ikhlaskan hati demi meraih tujuan yang abadi, niatkan semuanya untuk ibadah karena Allah semata. Bukan karena ingin meluluskan 100% siswanya atau sekedar memperoleh gelar sekolah unggulan terbaik di kota Ngawi.</p>
<p><i>Wijang Isnandhita &#8211; Alumnismada 97</i></p>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/" title="Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat)">Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat) (0)</a></li><li>July 12, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/" title="Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa">Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (0)</a></li><li>April 22, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/22/motivasi-belajar/" title="Motivasi Belajar">Motivasi Belajar (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/daftar-hari-penting/" title="Daftar Hari Penting">Daftar Hari Penting (0)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/olimpiade-mipa-smada/" title="Olimpiade Mipa Smada ">Olimpiade Mipa Smada  (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/belajar-dari-negeri-5-menara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Ramadhan dengan Ketulusan Doa</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/04/menyambut-ramadhan-dengan-ketulusan-doa/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/04/menyambut-ramadhan-dengan-ketulusan-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 03:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1594</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah selayaknya kaum muslimin menyambut Ramadhan dengan suka cita. Ibarat bermain scrabble, kita akan melewati ruang bonus yang semua perolehan score ibadah kita di lipat gandakan.


Diriwayatkan oleh Anas, bahwasanya baginda Rasul senantiasa berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”.

Sebuah doa sederhana namun mengandung pesan spiritual yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan-300x300.jpg" alt="" title="ramadhan" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1595" /></a>
<p align="justify">Sudah selayaknya kaum muslimin menyambut Ramadhan dengan suka cita. Ibarat bermain scrabble, kita akan melewati ruang bonus yang semua perolehan score ibadah kita di lipat gandakan.
</p>
<p align="justify">
Diriwayatkan oleh Anas, bahwasanya baginda Rasul senantiasa berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”.</p>
<p align="justify">
Sebuah doa sederhana namun mengandung pesan spiritual yang begitu dalam. Mari kita bahas apa yang bisa kita rasakan dari doa itu :
</p>
<ol>
<li>Doa itu mengajarkan kita memohon keberkahan pada dua bulan sebelum Ramadhan. Ini meunjukkan betapa dahsyatnya keagungan bulan ramadhan sehingga kita perlu untuk selalu ingat akan kedatangannya.</li>
<li>Pada saat kita berdoa, diharapkan, kita tersadarkan akan pentingnya “latihan” beribadah dan berbuat baik sebelum memasuki bulan pelipat gandaan pahala itu. Rasul mengajarkan kita untuk lebih giat berusaha meraih keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban.</li>
<li>Pengharapan keberkahan selain berupa doa, juga merupakan komitmen kita akan optimalisasi waktu, harta, ilmu, serta apapun yang kita miliki. Inilah sebenarnya nilai keberkahan yang sering kita lupakan itu. Betapa banyak orang yang belum bisa memanfaatkan setiap waktu yang Allah berikan untuk beribadah dan bermanfaat bagi sesama. Ia di beri harta namun hanya terhambur sia-sia. Memiliki ilmu namun tidak mengamalkan atau berdakwah dengannya.</li>
<li>Doa, “sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”, menjadi pengingat diri ini akan kewenangan penuh Allah Azza wa Jalla akan jiwa kita. Ia berhak mengambil nyawa kita kapanpun.</li>
</ol>
<ul class="related_post"><li>August 9, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/siap-lahir-batin-menyambut-ramadhan/" title="Siap lahir batin menyambut Ramadhan">Siap lahir batin menyambut Ramadhan (0)</a></li><li>August 23, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/23/ngabuburit-batavia/" title="Ngabuburit Batavia">Ngabuburit Batavia (0)</a></li><li>August 14, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/14/sambutlah-ramadhan/" title="Sambutlah Ramadhan&#8230;">Sambutlah Ramadhan&#8230; (1)</a></li><li>March 18, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/18/jelang-unas-ratusan-siswa-doa-bersama-menangis-haru/" title="Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru">Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru (0)</a></li><li>January 2, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/" title="Welcome 2010 welcome success">Welcome 2010 welcome success (3)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/08/04/menyambut-ramadhan-dengan-ketulusan-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 04:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1581</guid>
		<description><![CDATA[
Jika kita gagal mengatur waktu, pagi hari dapat menjadi bagian yang paling stress dari seharian waktu yang kita jalani. Banyak dari kita sering terburu-buru di pagi hari dalam persiapan berangkat kerja atau sekolah. Sebetulnya tidak harus seperti ini. Dengan sedikit pengelolaan waktu yang baik, hal ini bisa dihindari.
Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi tingkat stress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress-kid.jpeg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress-kid-300x199.jpg" alt="" title="stress-kid" width="300" height="199" class="alignright size-medium wp-image-1584" /></a>
<p align="justify">Jika kita gagal mengatur waktu, pagi hari dapat menjadi bagian yang paling stress dari seharian waktu yang kita jalani. Banyak dari kita sering terburu-buru di pagi hari dalam persiapan berangkat kerja atau sekolah. Sebetulnya tidak harus seperti ini. Dengan sedikit pengelolaan waktu yang baik, hal ini bisa dihindari.<br />
Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi tingkat stress anda di pagi hari :
</p>
<ol>
<li><strong>Buatlah persiapan di malam hari secara rutin.</strong><br />
Siapkan pakaian yang hendak anda pakai di esok hari, jangan menaruh kunci motor/mobil sembarangan – taruhlah di tempat khusus, rencanakan sarapan pagi anda dengan menu yang bergizi, dsb. Tindakan-tindakan sederhana ini saya pikir tidak akan memakan waktu anda lebih dari ½ jam setiap malamnya dan ini saya yakin akan mengurangi sebagian besar kepeningan anda setiap pagi.
</li>
<li><strong>Rencanakan apa yang akan anda lakukan.</strong><br />
Setiap malam, tulislah agenda-agenda penting esok hari yang harus anda lakukan seharian penuh. Ketika anda menulis, jauhkan perasaan khawatir yang menghantui pikiran anda : bagaimana kalau ini, bagaimana kalau itu. Tuliskan saja rencana-rencana anda dan pukul berapa anda akan melakukannya.
</li>
<li><strong>Hilangkan segera hal-hal menjengkelkan yang sudah anda ketahui.</strong><br />
Jika alarm jam anda mengeluarkan suara yang mengerikan, pisau cukur elektrik anda sering melukai kulit, mobil/motor anda sulit distarter di pagi hari … segera perbaiki dan hilangkan faktor-faktor penyebab stress ini dari kehidupan anda. Jika anda telah mengetahui hal-hal tersebut sering menjengkelkan anda, tidak ada alasan bagi anda untuk menunda-nunda memperbaiki masalah tersebut.
</li>
<li><strong>Istirahat yang baik di malam hari.</strong><br />
Pastikan anda cukup tidur setiap malamnya. Tentukan jam berapa anda akan mulai masuk ke kamar tidur anda. Jumlah waktu tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7 jam sehari. Jika memungkinkan aturlah suhu kamar tidur anda, jangan sampai anda tidur dalam keadaan kedinginan atau kepanasan. Suhu kamar yang baik adalah antara 18 – 25 derajat celcius. </p>
<p>Jika anda meminum kopi, aturlah waktu minum kopi anda. Jangan sampai anda terlalu sore mengkonsumsinya, sehingga anda akan kesulitan tidur di malam hari. Efek kafein dari kopi bekerja setelah 5-6 jam anda mengkonsumsinya.
</li>
<li><strong>Bangunlah ½ jam lebih awal.</strong><br />
Waktu ½ jam dapat membuat perbedaan yang mencolok antara anda menjalani pagi hari dengan tenang atau terburu-buru. Selama anda memiliki waktu istirahat yang cukup, bangun ½ jam lebih awal bukanlah hal yang sulit dan anda akan terbiasa dalam beberapa hari ke depan. Gunakan waktu ½ jam ini untuk melemaskan otot-otot anda, mandi air hangat, sarapan pagi dengan tenang dan melakukan hal-hal lain di luar dugaan.
</li>
<li><strong>Minumlah segelas air putih setelah bangun tidur.</strong><br />
Tubuh kita tersusun dari 60 – 70% cairan. Jadi air adalah komponen yang sangat penting dan anda tidak boleh sampai terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Jika anda kekurangan cairan maka darah anda akan mengental dan hal ini mengakibatkan jantung anda memompa darah 2 x lebih keras. Efeknya anda dapat terkena kelelahan baik mental maupun fisik.</p>
<p>Ketika anda tidur panjang di malam hari, tubuh anda akan kekurangan cairan, sehingga penting sekali ketika anda bangun, anda langsung meminum banyak air putih.
</li>
<li><strong>Lakukan pelemasan otot-otot anda selama 5-10 menit di pagi hari.</strong><br />
Apakah anda merasa sedikit terhuyung-huyung/pening ketika anda bangun? Jangan takut, ini adalah hal yang normal. Yang harus anda lakukan adalah membantu melancarkan aliran darah anda, sebagai transisi dari keadaan tubuh yang kaku setelah anda tidur.</p>
<p>Lakukan pelemasan-pelemasan seperti menarik kedua tangan anda keatas kemudian menggerakkannya kekiri dan kekanan, menarik lutut anda, berjinjit, dsb. (saya yakin anda mengetahui gerakan-gerakan dasar senam pagi). Anda juga dapat melakukan sit-up atau push-up jika menginginkan.
</li>
<li><strong>Dengarkan musik dan mandilah air hangat.</strong><br />
Musik dapat mempengaruhi pikiran secara positif, sehingga akan memotivasi anda. Pilihlah lagu-lagu yang membuat anda merasa ceria dan bersemangat sambil anda melakukan aktivitas di pagi hari.<br />
Sementara mandi air hangat adalah sebuah pengalaman yang dapat membuat anda merasa tenang di pagi hari dan membuat badan anda menjadi enteng.
</li>
<li><strong>Rapihkan tempat tinggal anda.</strong><br />
Aturlah penempatan-penempatan barang dalam rumah anda sedemikian rupa sehingga anda mengetahui persis dimana letak barang-barang milik anda. Taruhlah kembali pada tempatnya barang-barang yang sudah anda gunakan. Sehingga jika anda hendak menggunakannya, anda tidak perlu mencari kesana-kemari yang dapat membuat anda menjadi stress.
</li>
<li><strong>Bagi anda yang mengendarai mobil/motor, jangan pulang ke rumah dengan kondisi bensin yang hampir kosong.</strong><br />
Mengisi bensin setelah anda selesai beraktivitas bukanlah hal yang sulit bukan? Tetapi mengapa banyak orang menunda melakukannya? Mungkin karena alasan ingin segera sampai di rumah atau kondisi tubuh anda yang sudah sangat lelah sehingga malas mampir ke pompa bensin.</p>
<p>Dengan kesibukan di pagi hari ditambah anda harus mampir terlebih dahulu ke pompa bensin, anda dapat terlambat memulai aktivitas anda, dan tentu saja hal ini bukan awal yang baik.</p>
<p>Selalu periksa tingkat kekosongan bensin anda saat perjalanan pulang dan isilah bensin anda segera, jangan menunda. </li>
</ol>
<p align="justify">
Hidup ini sangatlah singkat, aturlah waktu anda dengan seefektif mungkin. Semoga kesepuluh langkah diatas akan sangat membantu anda. Selamat mencoba. / <em>beberapa sumber</em></p>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/" title="Mengelola Stress">Mengelola Stress (0)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Satu Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 01:51:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[emosional]]></category>
		<category><![CDATA[faktual]]></category>
		<category><![CDATA[fikiran]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[

Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah.


Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia mampu menembus dasar bumi, menyelami kedalaman samudra, dan menjelajahi angkasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/tangguh.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/tangguh-253x300.jpg" alt="" title="tangguh" width="253" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1576" /></a>
<p align="justify">
Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah.
</p>
<p align="justify">
Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia mampu menembus dasar bumi, menyelami kedalaman samudra, dan menjelajahi angkasa luar. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.
</p>
<p align="justify">
Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa- apa.
</p>
<p align="justify">
Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada &#8220;hati&#8221; untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.
</p>
<p align="justify">
Instruksi akan diteruskan ke &#8220;hati&#8221; melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal- hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.
</p>
<p><strong>Faktual dan sensitif</strong></p>
<p align="justify">
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.
</p>
<p align="justify">
Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke &#8220;hati&#8221;. Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam &#8220;hati&#8221; apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.
</p>
<p align="justify">
Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam &#8220;hati&#8221; untuk diolah. Karena &#8220;hati&#8221;- nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.
</p>
<p align="justify">
Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke &#8220;hati&#8221;. Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke &#8220;hati&#8221; sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.
</p>
<p align="justify">
Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.
</p>
<p><strong>Persepsikan kenyataan secara positif</strong></p>
<p align="justify">
Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa &#8220;Hidup kita ditentukan oleh pikiran&#8221;.
</p>
<p align="justify">
Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.
</p>
<p align="justify">
Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, &#8220;Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir.&#8221;
</p>
<p align="justify">
Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik.
</p>
<p align="justify">
Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.
</p>
<p align="justify">
Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.
</p>
<p align="justify">
&#8220;Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif,&#8221; kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie &#038; Associates.
</p>
<p align="justify">
Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka. Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan.
</p>
<p align="justify">
Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.
</p>
<p align="justify">
&#8220;Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu,&#8221; kata Welty.
</p>
<p align="justify">
Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.
</p>
<p align="justify">
Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita.
</p>
<p align="justify">
Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (Ary Santosa Yudha)
</p>
<p align="justify">
<p><em>Sumber: Disadur dari Majalah Intisari Edisi Maret 2001</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>MOH. ARIEF KURNIAWAN<br />
ALUMI SMADA NGAWI-BATAVIA</strong></p>
<ul class="related_post"><li>January 2, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/" title="Welcome 2010 welcome success">Welcome 2010 welcome success (3)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Stress</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[manusiawi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tension]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[
Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (tension) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg" alt="" title="stress" width="300" height="300" class="alignleft size-full wp-image-1572" /></a>
<p align="justify">Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (<em>tension</em>) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian dari kondisi   manusiawi.
</p>
<p align="justify">
Dalam batas tertentu, stres membantu kita agar tetap   termotivasi. Tetapi kadang-kadang kita terlalu banyak  mendapatkan stres sehingga  menurunkan kualitas kinerja kita (<em>distre</em>s).  Oleh karena itu,  kita perlu memiliki kemampuan mengelola stres.
</p>
<p align="justify">
Untuk bisa mengelola stres, maka langkah   yang  harus kita lakukan adalah: mengenali gejala-gejala stres,   memahami faktor-faktor penyebab stres, dan melatih diri melakukan   mekanisme penanganannya (<em>coping mechanism</em>).
</p>
<p align="justify">
Untuk kali kita akan bahas dua hal yang  pertama yaitu gejala – gejala stres dan faktor – faktor penyebab stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>A. Gejala-gejala Stres</strong></p>
<p>Stres mempengaruhi seluruh diri kita.   Kondisi stres dapat diamati dari gejala-gejalanya, baik gejala   emosional/kognitif maupun gejala fisik. Jika kita dapat menandai   gejala-gejalanya, maka kita akan dapat mengelolanya.
</p>
<p align="justify">
Seseorang yang stres tidak berarti harus   memiliki/menampakkan seluruh gejala ini, bahkan satu gejala pun sudah   bisa kita curigai sebagai pertanda bahwa seseorang mengalami stres.   Namun kita juga perlu menyadari bahwa gejala-gejala ini bisa juga   merupakan indikator dari masalah lain, misalnya karena memang benar ada   gangguan kesehatan secara fisik.
</p>
<p align="justify">
Tabel berikut menggambarkan   gejala-gejala stres:</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top">Gejala Emosional/Kognitif</td>
<td width="319" valign="top">Gejala Fisik</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Mudah merasa ingin marah</li>
<li>Merasa putus asa saat harus menunggu sesuatu</li>
<li>Merasa gelisah</li>
<li>Tidak dapat berkonsentrasi</li>
<li>Sulit berkonsentrasi</li>
<li>Jadi mudah bingung</li>
<li>Bermasalah dengan ingatan (mudah lupa, susah mengingat)</li>
<li>Setiap saat memikirkan hal-hal negatif</li>
<li>Berpikir negatif tentang diri sendiri</li>
<li>Mood naik turun (mood mudah berubah-ubah, misalnya merasa          gembira tapi tak lama kemudian merasa bosan dan ingin marah)</li>
<li>Makan terlalu banyak</li>
<li>Makan padahal tidak lapar</li>
<li>Merasa tidak memiliki cukup energi untuk menyelesaikan sesuatu</li>
<li>Merasa tidak  mampu        mengatasi masalah</li>
<li>Sulit membuat keputusan</li>
<li>Emosi suka meluap-luap (baik gembira, sedih, marah, dan sebagai-          nya)</li>
<li>Biasanya merasa marah dan bosan</li>
<li>Kurang memiliki <em>sense of humor</em></li>
</ul>
</td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Otot-otot tegang</li>
<li>Sakit punggung bagian bawah</li>
<li>Sakit di bahu atau leher</li>
<li>Sakit dada</li>
<li>Sakit perut</li>
<li>Kram otot</li>
<li>Iritasi atau ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan kategorinya</li>
<li>Denyut jantung cepat</li>
<li>Telapak tangan berkeringat</li>
<li>Berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik</li>
<li>Perut terasa bergejolak</li>
<li>Gangguan pencernaan dan cegukan</li>
<li>Diare</li>
<li>Tidak dapat tidur atau tidur berlebihan</li>
<li>Napas pendek</li>
<li>Menahan napas</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>B. Faktor-Faktor Penyebab Stres</strong></p>
<p>Secara umum, faktor penyebab stres   meliputi:</p>
<p><strong>1. Ancaman</strong><em>. </em>
</p>
<p align="justify">
Persepsi tentang adanya ancaman membuat   seseorang merasa stres, baik ancaman fisik, sosial, finansial, maupun   ancaman lainnya. Keadaan akan menjadi buruk bila orang yang   mempersepsikan tentang adanya ancaman ini merasa bahwa dirinya tidak   dapat melakukan tindakan apa pun yang akan bisa mengurangi ancaman   tersebut.
</p>
<p align="justify">
<strong>2. Ketakutan</strong>
</p>
<p align="justify">
Ancaman bisa menimbulkan ketakutan.   Ketakutan membuat orang membayangkan akan terjadinya akibat yang tidak   menyenangkan, dan hal ini membuat orang menjadi stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>3. Ketidakpastian</strong>
</p>
<p align="justify">
Saat kita merasa tidak yakin tentang   sesuatu, maka kita akan sulit membuat prediksi. Akibatnya kita merasa   tidak akan dapat mengendalikan situasi. Perasaan tidak mampu   mengendalikan situasi akan menimbulkan ketakutan. Rasa takut menyebabkan   kita merasa stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>4. Disonansi kognitif</strong>
</p>
<p align="justify">
Bila ada kesenjangan antara apa yang   kita lakukan dengan apa yang kita pikirkan, maka dikatakan bahwa kita   mengalami disonansi kognitif, dan hal ini akan dirasakan sebagai stres.   Sebagai contoh, bila kita merasa bahwa kita adalah orang yang baik,   namun ternyata menyakiti hati orang lain, maka kita akan mengalami   disonansi dan merasa stres. Disonansi kognitif juga terjadi bila kita   tidak dapat menjaga komitmen. Kita yakin bahwa diri kita jujur dan tepat   janji, namun adakalanya situasi/lingkungan tidak mendukung kita untuk   jujur atau tepat janji. Hal ini akan membuat kita merasa stres karena   kita terancam dengan sebutan tidak jujur atau tidak mampu menepati   janji.
</p>
<p align="justify">
Faktor lain yang bisa menimbulkan stres   adalah kehidupan sehari-hari, seperti:</p>
<ol>
<li>Kematian, baik kematian pasangan, keluarga, maupun teman</li>
<li>Kesehatan: kecelakaan, sakit, kehamilan</li>
<li>Kejahatan: penganiayaan seksual, perampokan, pencurian, pencopetan.</li>
<li>Penganiayaan diri: penyalahgunaan obat, alkoholisme, melukai diri   sendiri</li>
<li>Perubahan keluarga: perpisahan, perceraian, kelahiran bayi,   perkawinan.</li>
<li>Masalah seksual</li>
<li>Pertentangan pendapat: dengan pasangan, keluarga, teman, rekan   kerja, pimpinan</li>
<li>Perubahan fisik: kurang tidur, jadual kerja baru.</li>
<li>Tempat baru: berlibur, pindah rumah</li>
<li>Keuangan: kekurangan uang, memiliki uang, menginvestasikan uang.</li>
<li> Perubahan lingkungan: di sekolah, di rumah, di tempat kerja, di   kota, masuk penjara.</li>
<li>Peningkatan tanggung jawab: adanya tanggungan baru, pekerjaan baru.</li>
</ol>
<p>Di tempat kerja, selain faktor penyebab   yang bersifat umum di atas, ada 6 (enam) kelompok faktor utama penyebab   stres, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuntutan tugas</li>
<li>Pengendalian terhadap pegawai, yang berhubungan dengan bagaimana   para pegawai melaksanakan pekerjaannya</li>
<li>Dukungan yang didapatkan dari rekan kerja dan pimpinan</li>
<li>Hubungan dengan rekan kerja</li>
<li>Pemahaman pegawai tentang peran dan tanggung jawab</li>
<li>Seberapa jauh instansi tempat bekerja berunding dengan pegawai baru.</li>
</ol>
<p>sumber : <em>Materi Pembinaan  Profesi Pengawas Sekolah.</em> Direktorat Tenaga Kependidikan.  Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu  Pendidik dan Tenaga Kependidikan.  Departemen Pendidikan Nasional. 2008.</p>
<ul class="related_post"><li>June 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/" title="10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari">10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari (0)</a></li><li>March 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/" title="Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan">Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan (0)</a></li><li>March 28, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/28/meriah-dan-semakin-akrab/" title="Meriah dan semakin akrab">Meriah dan semakin akrab (0)</a></li><li>May 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/05/15/konsep-disiplin-kerja/" title="Konsep Disiplin Kerja">Konsep Disiplin Kerja (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/10-cara-meningkatkan-inovasi/" title="10 Cara Meningkatkan Inovasi">10 Cara Meningkatkan Inovasi (2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat)</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[soft skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[
Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (actual ability) dan  kecakapan  potensial (potential ability). Kecakapan nyata (actual   ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.


Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills-300x225.jpg" alt="" title="soft-skills" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1566" /></a>
<p align="justify">Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (<em>actual ability</em>) dan  kecakapan  potensial (<em>potential ability</em>). Kecakapan nyata (<em>actual   ability</em>) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (<em>achivement</em> atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.
</p>
<p align="justify">
Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir   perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang   disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan   baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau   kecakapan nyata (<em>achievement</em>).
</p>
<p align="justify">
Sedangkan kecakapan potensial merupakan   aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh   dari faktor keturunan (<em>herediter</em>). Kecakapan potensial dapat   dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (<em>inteligensi </em>atau   <em>kecerdasan</em>) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau <em>aptitudes</em>).   C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian inteligensi sebagai <em>kemampuan   menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat  dan  efektif.</em> Pada awalnya teori inteligensi masih bersifat   unidimensional (kecerdasan tunggal), yakni hanya berhubungan dengan   aspek intelektual saja, seperti teori inteligensi yang dikemukakan oleh   Charles Spearman (1904) dengan teori “<em>Two Factors</em>”-nya.  Menurut  pendapatnya bahwa inteligensi terdiri dari kemampuan umum yang  diberi  kode “<em>g</em>” (<em>genaral factor</em>) dan kemampuan khusus  yang  diberi kode “<em>s</em>” (<em>specific factor</em>). Selanjutnya,   Thurstone (1938) mengemukakan teori “<em>Primary Mental Abilities</em>”,   bahwa inteligensi merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu :   (1) kemampuan berbahasa (<em>verbal comprehension</em>); (2) kemampuan   mengingat (<em>memory</em>); (3) kemampuan nalar atau berfikir (<em>reasoning</em>);   (4) kemampuan tilikan ruangan (<em>spatial factor</em>); (5) kemampuan   bilangan (<em>numerical ability</em>); (6) kemampuan menggunakan   kata-kata (<em>word fluency</em>); dan (7) kemampuan mengamati dengan   cepat dan cermat (<em>perceptual speed</em>).
</p>
<p align="justify">
Sementara itu, J.P. Guilford   mengemukakan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar   atau “<em>faces of intellect</em>”, yaitu:
</p>
<p align="justify">
a. Operasi Mental (Proses   Befikir)</p>
<ol>
<li><em>Cognition</em> (menyimpan informasi yang lama dan menemukan   informasi yang baru).</li>
<li><em>Memory Retention </em>(ingatan yang berkaitan dengan kehidupan   sehari-hari).</li>
<li><em>Memory Recording</em> (ingatan yang segera).</li>
<li><em>Divergent Production</em> (berfikir melebar=banyak kemungkinan   jawaban/ alternatif).</li>
<li><em>Convergent Production</em> (berfikir memusat= hanya satu   kemungkinan jawaban/alternatif).</li>
<li><em>Evaluation</em> (mengambil keputusan tentang apakah suatu itu   baik, akurat, atau memadai).</li>
</ol>
<p>b. <em>Content </em>(Isi yang  Dipikirkan)</p>
<ol>
<li><em>Visual (bentuk konkret atau gambaran).</em></li>
<li><em>Auditory. </em></li>
<li><em>Word Meaning (semantic).</em></li>
<li><em>Symbolic (informasi dalam bentuk lambang, kata-kata atau angka   dan notasi musik).</em></li>
<li><em>Behavioral</em> (interaksi non verbal yang diperoleh melalui   penginderaan, ekspresi muka atau suara).</li>
</ol>
<p>c. Product (Hasil Berfikir)</p>
<ol>
<li>Unit (item tunggal informasi).</li>
<li>Kelas (kelompok item yang memiliki sifat-sifat yang sama).</li>
<li>Relasi (keterkaitan antar informasi).</li>
<li>Sistem (kompleksitas bagian saling berhubungan).</li>
<li>Transformasi (perubahan, modifikasi, atau redefinisi informasi).</li>
<li>Implikasi (informasi yang merupakan saran dari informasi item lain).</li>
</ol>
<p align="justify">
Belakangan ini banyak orang menggugat   tentang kecerdasan intelektual (unidimensional), yang konon dianggap   sebagai anugerah yang dapat mengantarkan kesuksesan hidup seseorang.   Pertanyaan muncul, bagaimana dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Mozart   dan Bethoven dengan karya-karya musiknya yang mengagumkan, atau Maradona   dan Pele sang legenda sepakbola dunia,. Apakah mereka termasuk juga   orang-orang yang genius atau cerdas ? Dalam teori kecerdasan tunggal   (uni-dimensional), kemampuan mereka yang demikian hebat ternyata tidak   terakomodasikan. Maka muncullah, teori inteligensi yang berusaha   mengakomodir kemampuan-kemampuan individu yang tidak hanya berkenaan   dengan aspek intelektual saja. Dalam hal ini, Howard Gardner (1993),   mengemukakan teori <em>Multiple Inteligence,</em> dengan aspek-aspeknya   sebagai berikut :
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Logical – Mathematical; kepekaan dan   kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan bilangan serta kemampuan   untuk berfikir rasional.</li>
<li>Linguistic; kepekaan terhadap suara,   ritme, makna kata-kata, dan keragaman fungsi-fungsi bahasa.</li>
<li>Musical; kemampuan untuk   menghasilkan dan mengapresiasikan ritme. Nada dan bentuk-bentuk ekspresi   musik.</li>
<li>Spatial; Kemampuan mempersepsi dunia ruang-visual secara akurat dan   melakukan tranformasi persepsi tersebut.</li>
<li>Bodily Kinesthetic; kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan   mengenai objek-objek secara terampil.</li>
<li>Interpersonal; kemampuan untuk mengamati dan merespons suasana hati,   temperamen, dan motivasi orang lain.</li>
<li>Intrapersonal; kemampuan untuk   memahami perasaan, kekuatan dan kelemahan serta inteligensi sendiri.</li>
</ol>
<p>Kecakapan potensial seseorang hanya   dapat dideteksi dengan mengidentifikasi indikator-indikatornya. Jika   kita perhatikan penjelasan tentang aspek-aspek inteligensi dari   teori-teori inteligensi di atas, maka pada dasarnya indikator kecerdasan   akan mengerucut ke dalam tiga ciri yaitu : <em>kecepatan </em>(waktu   yang singkat), <em>ketepatan </em>(hasilnya sesuai dengan yang   diharapkan) dan <em>kemudahan</em> (tanpa menghadapi hambatan dan   kesulitan yang berarti) dalam bertindak. Dengan indikator-indikator   perilaku inteligensi tersebut, para ahli mengembangkan   instrumen-instrumen standar untuk mengukur perkiraan kecakapan umum   (kecerdasan) dan kecakapan khusus (bakat) seseorang. Alat ukur   inteligensi yang paling dikenal dan banyak digunakan di Indonesia ialah <em>Tes   Binet Simon –</em> walaupun sebetulnya menurut hemat penulis alat ukur   tersebut masih terbatas untuk mengukur inteligensi atau bakat   persekolahan (<em>scholastic aptitude</em>), belum dapat mengukur aspek –   aspek inteligensi secara keseluruhan (<em>multiple inteligence</em>).   Selain itu, ada juga tes intelegensi yang bersifat lintas budaya yaitu <em>Tes   Progressive Metrices</em> (PM) yang dikembangkan oleh Raven.
</p>
<p align="justify">
Dari hasil pengukuran inteligensi   tersebut dapat diketahui seberapa besar tingkat integensi (biasa disebut   IQ = <em>Intelligent Quotient </em>yaitu ukuran kecerdasan dikaitkan   dengan usia seseorang.Selain menggunakan instrumen standar, seorang guru   pada dasarnya dapat pula mendeteksi dan memperkirakan inteligensi   peserta didiknya, melalui pengamatan yang sistematis tentang indikator –   indikator kecerdasan yang dimiliki para peserta didiknya, yaitu dengan   cara memperhatikan kecenderungan <em>kecepatan</em> <em>ketepatan</em>,   dan <em>kemudahan</em> peserta didik dalam dalam menyelesaikan   tugas-tugas yang diberikan dan mengerjakan soal-soal pada saat ulangan   atau ujian, sehingga pada akhirnya akan diketahui kelompok peserta didik   yang tergolong cepat (<em>upper group</em>), rata-rata (<em>midle  group</em>)  dan lambat (<em>lower group</em>) dalam belajarnya.
</p>
<p align="justify">
Untuk mengukur bakat seseorang, dapat   menggunakan beberapa instrumen standar, diantaranya : DAT (<em>Differential   Aptitude Test</em>), SRA-PMA (<em>Science Research Action – Primary   Mental Ability</em>), FACT (<em>Flanagan Aptitude Calassification Test</em>).Alat   tes ini dapat mengungkap tentang : (1) pemahaman kata; (2) kefasihan   mengungkapkan kata; (3) pemahaman bilangan; (4) tilikan ruangan; (5)   daya ingat; (6) kecepatan pengamatan; (7) berfikir logis; dan (8)   kecakapan gerak.
</p>
<p align="justify">
Perlu dicatat bahwa pengukuran tersebut,   baik menggunakan instrumen standar atau hanya berdasarkan pengamatan   sistematis guru bukanlah bersifat memastikan tingkat kecerdasan atau   bakat seseorang namun hanya sekedar memperkirakan (prediksi) saja, untuk   kepentingan pengembangan diri. Begitu juga kecerdasan atau bakat   seseorang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tingkat   keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang.
</p>
<p align="justify">
Dalam rangka Program Percepatan Belajar (<em>Accelerated   Learning</em>), Balitbang Depdiknas (1986) telah mengidentifikasi <em>ciri-ciri   keberbakatan</em> peserta didik dilihat dari aspek kecerdasan,   kreativitas dan komitmen terhadap tugas, yaitu:
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Lancar berbahasa (mampu mengutarakan pikirannya);</li>
<li>Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan;</li>
<li>Memiliki kemampuan yang tinggi dalam berfikir logis dan kritis</li>
<li>Mampu belajar/bekerja secara mandiri;</li>
<li>Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa);</li>
<li>Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya</li>
<li>Cermat atau teliti dalam mengamati;</li>
<li>Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah;</li>
<li>Mempunyai minat luas;</li>
<li>Mempunyai daya imajinasi yang tinggi;</li>
<li>Belajar dengan dan cepat;</li>
<li>Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapat;</li>
<li>Mampu berkonsentrasi;</li>
<li>Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar.</li>
</ol>
<p align="justify">
Terkait dengan proses pembelajaran, yang   perlu menjadi perhatian bahwa antara satu individu dengan individu   lainnya pada dasarnya memiliki kecakapan yang berbeda-beda. Oleh karena   itu, guru seyogyanya dapat memahami dan mengembangkan kecakapan  individu  sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
</p>
<p align="justify">
Perhatian terhadap perbedaan individu   dalam kecakapan merupakan salah satu prinsip yang harus dipenuhi di   dalam proses pembelajaran . Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   pun telah mencantumkannya sebagai salah satu prinsip yang harus dipenuhi   dalam kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah
</p>
<p>==============================================</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Abin Syamsuddin Makmun. 2003. <em>Psikologi Pendidikan</em>. Bandung :   PT Rosda Karya Remaja.</p>
<p>Depdiknas. 2003. <em>Pedoman   Penyelenggaraaan Program Percepatan Belajar SD, SMP dan SMA</em>.   Jakarta : Dirjen Dikdasmen.</p>
<p>Syamsu Yusuf LN.2003. <em>Psikologi   Perkembangan Anak dan Remaja</em>. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.</p>
<ul class="related_post"><li>August 9, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/08/09/belajar-dari-negeri-5-menara/" title="Belajar dari Negeri 5 Menara">Belajar dari Negeri 5 Menara (0)</a></li><li>July 12, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/" title="Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa">Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (0)</a></li><li>April 22, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/22/motivasi-belajar/" title="Motivasi Belajar">Motivasi Belajar (0)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/olimpiade-mipa-smada/" title="Olimpiade Mipa Smada ">Olimpiade Mipa Smada  (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemesanan Kaos Alumni</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/05/12/pemesanan-kaos-alumni/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/05/12/pemesanan-kaos-alumni/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[
Kaos Alumni Alhamdulillah sudah ready, bagi temen2 yang akan memesan silakan mengisi form pemesanan berikut ini, stock sangat terbatas, apabila pemesanan melebihi stock akan indent kurang lebih 2 minggu

		
		
		
		Form Pemesanan Kaos
		
			Nama Lengkap(required)
			Email(valid email required)
			Handphone(required)
			Alamat Lengkap Pengiriman [Beserta Kode Pos](required)
			Ukuran
				L
				M
				XL
			(required)
			Jumlah yang dipesan
				1
				2
				3
			(required)
			Message
		
		
		
		Untuk ukuran yang lain diusahakan, saat ini untuk kaos yang ready stock SANGAT terbatas
		
			Harga Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/05/alumni-smadangawi.png"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/05/alumni-smadangawi-300x232.png" alt="" title="alumni-smadangawi" width="300" height="232" class="aligncenter size-medium wp-image-1551" /></a>
<p align="justify"><a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/06/13/coming-soon-kaos-alumni-smada-ngawi">Kaos Alumni</a> Alhamdulillah sudah ready, bagi temen2 yang akan memesan silakan mengisi form pemesanan berikut ini,<strong> stock sangat terbatas</strong>, apabila pemesanan melebihi stock akan <strong>indent kurang lebih 2 minggu</strong></p>
<div>
		<div id="usermessage2a" class="cf_info "></div>
		<form enctype="multipart/form-data" action="/feed/#usermessage2a" method="post" class="cform" id="cforms2form">
		<fieldset class="cf-fs1">
		<legend>Form Pemesanan Kaos</legend>
		<ol class="cf-ol">
			<li id="li-2-2" class=""><label for="cf2_field_2"><span>Nama Lengkap</span></label><input type="text" name="cf2_field_2" id="cf2_field_2" class="single fldrequired" value="" onfocus="clearField(this)" onblur="setField(this)"/><span class="reqtxt">(required)</span></li>
			<li id="li-2-3" class=""><label for="cf2_field_3"><span>Email</span></label><input type="text" name="cf2_field_3" id="cf2_field_3" class="single fldemail fldrequired" value=""/><span class="emailreqtxt">(valid email required)</span></li>
			<li id="li-2-4" class=""><label for="cf2_field_4"><span>Handphone</span></label><input type="text" name="cf2_field_4" id="cf2_field_4" class="single fldrequired" value=""/><span class="reqtxt">(required)</span></li>
			<li id="li-2-5" class=""><label for="cf2_field_5"><span>Alamat Lengkap Pengiriman [Beserta Kode Pos]</span></label><textarea cols="30" rows="8" name="cf2_field_5" id="cf2_field_5" class="area fldrequired"></textarea><span class="reqtxt">(required)</span></li>
			<li id="li-2-6" class=""><label for="cf2_field_6"><span>Ukuran</span></label><select name="cf2_field_6" id="cf2_field_6" class="cformselect fldrequired" >
				<option value="L">L</option>
				<option value="M">M</option>
				<option value="XL">XL</option>
			</select><span class="reqtxt">(required)</span></li>
			<li id="li-2-7" class=""><label for="cf2_field_7"><span>Jumlah yang dipesan</span></label><select name="cf2_field_7" id="cf2_field_7" class="cformselect fldrequired" >
				<option value="1">1</option>
				<option value="2">2</option>
				<option value="3">3</option>
			</select><span class="reqtxt">(required)</span></li>
			<li id="li-2-8" class=""><label for="cf2_field_8"><span>Message</span></label><textarea cols="30" rows="8" name="cf2_field_8" id="cf2_field_8" class="area"></textarea></li>
		</ol>
		</fieldset>
		<fieldset class="cf-fs2">
		<legend>Untuk ukuran yang lain diusahakan, saat ini untuk kaos yang ready stock SANGAT terbatas</legend>
		<ol class="cf-ol">
			<li id="li-2-10" class="textonly">Harga Rp. 85.000,-  [Belum termasuk Ongkos Kirim]</li>
			<li id="li-2-11" class="textonly">Cara Pembayaran akan dikirimkan via Email</li>
		</ol>
		</fieldset>
		<fieldset class="cf_hidden">
			<legend>&nbsp;</legend>
			<input type="hidden" name="cf_working2" id="cf_working2" value="One%20moment%20please..."/>
			<input type="hidden" name="cf_failure2" id="cf_failure2" value="Please%20fill%20in%20all%20the%20required%20fields."/>
			<input type="hidden" name="cf_codeerr2" id="cf_codeerr2" value="Please%20double-check%20your%20verification%20code."/>
			<input type="hidden" name="cf_customerr2" id="cf_customerr2" value="yyy"/>
			<input type="hidden" name="cf_popup2" id="cf_popup2" value="yn"/>
		</fieldset>
		<p class="cf-sb"><input type="submit" name="sendbutton2" id="sendbutton2" class="sendbutton" value="Submit" onclick="return cforms_validate('2', false)"/></p>
		</form>
		<p class="linklove" id="ll2"><a href="http://www.alumni.smadangawi.net"><em>alumni smadangawi</em> supported by smadangawi alum&trade;</a></p></div>
<p><strong><u>Pemesanan via SMS : </u></strong></p>
<blockquote><p>KETIK : PESANKAOS[spasi]Ukuran[spasi]Jumlah[Spasi]Nama<br />
Kirim ke : 0856 48000 384<br />
&#8212;&#8212;<br />
Contoh:<br />
PESANKAOS L 2 Iwan<br />
Kirim ke : 0856 48000 384
</p></blockquote>
<ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/05/12/pemesanan-kaos-alumni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam Siswa dinyatakan tidak Lulus Unas 2010</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/enam-siswa-dinyatakan-tidak-lulus-unas-2010/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/enam-siswa-dinyatakan-tidak-lulus-unas-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 09:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Smada]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[lulus]]></category>
		<category><![CDATA[smada]]></category>
		<category><![CDATA[unas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[
Pengumuman UNAS 2010 sudah disampaikan, sudah banyak siswa yang menerima pengumunan kali ini, termasuk SMADA Ngawi yang peserta unas 2010 nya mendapatkan informasi pengumuman kelulusan Ujian Nasional 2010.
Dari jumlah siswa yang ikut terdaftar dalam ujian nasional 2010 ini, 302 siswa, 6 siswa diantaranya dinyatakan tidak lulus ujian. 4 Siswa dari Jurusan IPA dan 2 Siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/lulus-un.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/lulus-un-300x114.jpg" alt="" title="lulus-un" width="300" height="114" class="aligncenter size-medium wp-image-1544" /></a>
<p align="justify">Pengumuman UNAS 2010 sudah disampaikan, sudah banyak siswa yang menerima pengumunan kali ini, termasuk <strong>SMADA Ngawi </strong>yang peserta unas 2010 nya mendapatkan informasi pengumuman kelulusan Ujian Nasional 2010.</p>
<p align="justify">Dari jumlah siswa yang ikut terdaftar dalam ujian nasional 2010 ini, <a href=" http://alumni.smadangawi.net/2010/03/22/302-siswa-smada-ngawi-mengikuti-ujian-nasional-2010/">302 siswa</a>, 6 siswa diantaranya dinyatakan tidak lulus ujian. 4 Siswa dari Jurusan IPA dan 2 Siswa dari IPS.</p>
<p align="justify">Memang tidak sampai 100 % dari siswa smada yang mengikuti ujian nasional 2010 ini dinyatakan lulus, tepatnya 98% siswa dinyatakan lulus ujian nasional 2010. </p>
<p align="justify">Ketidaklulusan dari ke-6 siswa ini tentunya dikarenakan adanya target minimun nilai mata pelajaran yang diujikan tidak tercapai, 2 diantaranya adalah nilai Matematika. Berdasarkan informasi dari pihak smada ngawi bahwa ke-6 siswa yang dinyatakan tidak lulus ini akan mengikuti ujian pengganti untuk dapat dinyatakan atau bisa dikategorikan lulus dan jika nilai yang didapatkan memenuhi batas minimum / standar yang telah ditentukan. Ujian pengganti tersebut direncakan oleh diknas pusat adalah 2 minggu mendatang.</p>
<p align="justify">Siswa kelas 12 [kelas 3] Smada ini ada beberapa yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur <strong>PMDK</strong> atau penelusuran Bakat, seperti tahun &#8211; tahun sebelumnya. Tim redaksi alumni masih belum mendapatkan jumlah pasti siswa yang sudah lolos dalam proses <strong>PMDK</strong> dari PTN.</p>
<ul class="related_post"><li>March 22, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/22/302-siswa-smada-ngawi-mengikuti-ujian-nasional-2010/" title="302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010">302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010 (6)</a></li><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/peletakan-batu-pertama/" title="Peletakan Batu Pertama">Peletakan Batu Pertama (5)</a></li><li>March 18, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/18/jelang-unas-ratusan-siswa-doa-bersama-menangis-haru/" title="Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru">Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru (0)</a></li><li>March 5, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/05/gemilang-smada-2010/" title="GEMILANG SMADA 2010">GEMILANG SMADA 2010 (17)</a></li><li>February 17, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/" title="Forsmawi UI Goes to School 2010">Forsmawi UI Goes to School 2010 (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/enam-siswa-dinyatakan-tidak-lulus-unas-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
