<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alumni Smada Ngawi &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://alumni.smadangawi.net/category/artikel/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumni.smadangawi.net</link>
	<description>Informasi Smada Ngawi Alum</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2010 05:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengelola Stress</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[manusiawi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tension]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[
Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (tension) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg" alt="" title="stress" width="300" height="300" class="alignleft size-full wp-image-1572" /></a>
<p align="justify">Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (<em>tension</em>) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian dari kondisi   manusiawi.
</p>
<p align="justify">
Dalam batas tertentu, stres membantu kita agar tetap   termotivasi. Tetapi kadang-kadang kita terlalu banyak  mendapatkan stres sehingga  menurunkan kualitas kinerja kita (<em>distre</em>s).  Oleh karena itu,  kita perlu memiliki kemampuan mengelola stres.
</p>
<p align="justify">
Untuk bisa mengelola stres, maka langkah   yang  harus kita lakukan adalah: mengenali gejala-gejala stres,   memahami faktor-faktor penyebab stres, dan melatih diri melakukan   mekanisme penanganannya (<em>coping mechanism</em>).
</p>
<p align="justify">
Untuk kali kita akan bahas dua hal yang  pertama yaitu gejala – gejala stres dan faktor – faktor penyebab stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>A. Gejala-gejala Stres</strong></p>
<p>Stres mempengaruhi seluruh diri kita.   Kondisi stres dapat diamati dari gejala-gejalanya, baik gejala   emosional/kognitif maupun gejala fisik. Jika kita dapat menandai   gejala-gejalanya, maka kita akan dapat mengelolanya.
</p>
<p align="justify">
Seseorang yang stres tidak berarti harus   memiliki/menampakkan seluruh gejala ini, bahkan satu gejala pun sudah   bisa kita curigai sebagai pertanda bahwa seseorang mengalami stres.   Namun kita juga perlu menyadari bahwa gejala-gejala ini bisa juga   merupakan indikator dari masalah lain, misalnya karena memang benar ada   gangguan kesehatan secara fisik.
</p>
<p align="justify">
Tabel berikut menggambarkan   gejala-gejala stres:</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top">Gejala Emosional/Kognitif</td>
<td width="319" valign="top">Gejala Fisik</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Mudah merasa ingin marah</li>
<li>Merasa putus asa saat harus menunggu sesuatu</li>
<li>Merasa gelisah</li>
<li>Tidak dapat berkonsentrasi</li>
<li>Sulit berkonsentrasi</li>
<li>Jadi mudah bingung</li>
<li>Bermasalah dengan ingatan (mudah lupa, susah mengingat)</li>
<li>Setiap saat memikirkan hal-hal negatif</li>
<li>Berpikir negatif tentang diri sendiri</li>
<li>Mood naik turun (mood mudah berubah-ubah, misalnya merasa          gembira tapi tak lama kemudian merasa bosan dan ingin marah)</li>
<li>Makan terlalu banyak</li>
<li>Makan padahal tidak lapar</li>
<li>Merasa tidak memiliki cukup energi untuk menyelesaikan sesuatu</li>
<li>Merasa tidak  mampu        mengatasi masalah</li>
<li>Sulit membuat keputusan</li>
<li>Emosi suka meluap-luap (baik gembira, sedih, marah, dan sebagai-          nya)</li>
<li>Biasanya merasa marah dan bosan</li>
<li>Kurang memiliki <em>sense of humor</em></li>
</ul>
</td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Otot-otot tegang</li>
<li>Sakit punggung bagian bawah</li>
<li>Sakit di bahu atau leher</li>
<li>Sakit dada</li>
<li>Sakit perut</li>
<li>Kram otot</li>
<li>Iritasi atau ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan kategorinya</li>
<li>Denyut jantung cepat</li>
<li>Telapak tangan berkeringat</li>
<li>Berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik</li>
<li>Perut terasa bergejolak</li>
<li>Gangguan pencernaan dan cegukan</li>
<li>Diare</li>
<li>Tidak dapat tidur atau tidur berlebihan</li>
<li>Napas pendek</li>
<li>Menahan napas</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>B. Faktor-Faktor Penyebab Stres</strong></p>
<p>Secara umum, faktor penyebab stres   meliputi:</p>
<p><strong>1. Ancaman</strong><em>. </em>
</p>
<p align="justify">
Persepsi tentang adanya ancaman membuat   seseorang merasa stres, baik ancaman fisik, sosial, finansial, maupun   ancaman lainnya. Keadaan akan menjadi buruk bila orang yang   mempersepsikan tentang adanya ancaman ini merasa bahwa dirinya tidak   dapat melakukan tindakan apa pun yang akan bisa mengurangi ancaman   tersebut.
</p>
<p align="justify">
<strong>2. Ketakutan</strong>
</p>
<p align="justify">
Ancaman bisa menimbulkan ketakutan.   Ketakutan membuat orang membayangkan akan terjadinya akibat yang tidak   menyenangkan, dan hal ini membuat orang menjadi stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>3. Ketidakpastian</strong>
</p>
<p align="justify">
Saat kita merasa tidak yakin tentang   sesuatu, maka kita akan sulit membuat prediksi. Akibatnya kita merasa   tidak akan dapat mengendalikan situasi. Perasaan tidak mampu   mengendalikan situasi akan menimbulkan ketakutan. Rasa takut menyebabkan   kita merasa stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>4. Disonansi kognitif</strong>
</p>
<p align="justify">
Bila ada kesenjangan antara apa yang   kita lakukan dengan apa yang kita pikirkan, maka dikatakan bahwa kita   mengalami disonansi kognitif, dan hal ini akan dirasakan sebagai stres.   Sebagai contoh, bila kita merasa bahwa kita adalah orang yang baik,   namun ternyata menyakiti hati orang lain, maka kita akan mengalami   disonansi dan merasa stres. Disonansi kognitif juga terjadi bila kita   tidak dapat menjaga komitmen. Kita yakin bahwa diri kita jujur dan tepat   janji, namun adakalanya situasi/lingkungan tidak mendukung kita untuk   jujur atau tepat janji. Hal ini akan membuat kita merasa stres karena   kita terancam dengan sebutan tidak jujur atau tidak mampu menepati   janji.
</p>
<p align="justify">
Faktor lain yang bisa menimbulkan stres   adalah kehidupan sehari-hari, seperti:</p>
<ol>
<li>Kematian, baik kematian pasangan, keluarga, maupun teman</li>
<li>Kesehatan: kecelakaan, sakit, kehamilan</li>
<li>Kejahatan: penganiayaan seksual, perampokan, pencurian, pencopetan.</li>
<li>Penganiayaan diri: penyalahgunaan obat, alkoholisme, melukai diri   sendiri</li>
<li>Perubahan keluarga: perpisahan, perceraian, kelahiran bayi,   perkawinan.</li>
<li>Masalah seksual</li>
<li>Pertentangan pendapat: dengan pasangan, keluarga, teman, rekan   kerja, pimpinan</li>
<li>Perubahan fisik: kurang tidur, jadual kerja baru.</li>
<li>Tempat baru: berlibur, pindah rumah</li>
<li>Keuangan: kekurangan uang, memiliki uang, menginvestasikan uang.</li>
<li> Perubahan lingkungan: di sekolah, di rumah, di tempat kerja, di   kota, masuk penjara.</li>
<li>Peningkatan tanggung jawab: adanya tanggungan baru, pekerjaan baru.</li>
</ol>
<p>Di tempat kerja, selain faktor penyebab   yang bersifat umum di atas, ada 6 (enam) kelompok faktor utama penyebab   stres, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuntutan tugas</li>
<li>Pengendalian terhadap pegawai, yang berhubungan dengan bagaimana   para pegawai melaksanakan pekerjaannya</li>
<li>Dukungan yang didapatkan dari rekan kerja dan pimpinan</li>
<li>Hubungan dengan rekan kerja</li>
<li>Pemahaman pegawai tentang peran dan tanggung jawab</li>
<li>Seberapa jauh instansi tempat bekerja berunding dengan pegawai baru.</li>
</ol>
<p>sumber : <em>Materi Pembinaan  Profesi Pengawas Sekolah.</em> Direktorat Tenaga Kependidikan.  Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu  Pendidik dan Tenaga Kependidikan.  Departemen Pendidikan Nasional. 2008.</p>
<ul class="related_post"><li>June 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/" title="10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari">10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari (0)</a></li><li>March 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/" title="Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan">Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan (0)</a></li><li>March 28, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/28/meriah-dan-semakin-akrab/" title="Meriah dan semakin akrab">Meriah dan semakin akrab (0)</a></li><li>May 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/05/15/konsep-disiplin-kerja/" title="Konsep Disiplin Kerja">Konsep Disiplin Kerja (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/10-cara-meningkatkan-inovasi/" title="10 Cara Meningkatkan Inovasi">10 Cara Meningkatkan Inovasi (2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat)</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[soft skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[
Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (actual ability) dan  kecakapan  potensial (potential ability). Kecakapan nyata (actual   ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.


Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills-300x225.jpg" alt="" title="soft-skills" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1566" /></a>
<p align="justify">Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (<em>actual ability</em>) dan  kecakapan  potensial (<em>potential ability</em>). Kecakapan nyata (<em>actual   ability</em>) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (<em>achivement</em> atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.
</p>
<p align="justify">
Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir   perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang   disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan   baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau   kecakapan nyata (<em>achievement</em>).
</p>
<p align="justify">
Sedangkan kecakapan potensial merupakan   aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh   dari faktor keturunan (<em>herediter</em>). Kecakapan potensial dapat   dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (<em>inteligensi </em>atau   <em>kecerdasan</em>) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau <em>aptitudes</em>).   C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian inteligensi sebagai <em>kemampuan   menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat  dan  efektif.</em> Pada awalnya teori inteligensi masih bersifat   unidimensional (kecerdasan tunggal), yakni hanya berhubungan dengan   aspek intelektual saja, seperti teori inteligensi yang dikemukakan oleh   Charles Spearman (1904) dengan teori “<em>Two Factors</em>”-nya.  Menurut  pendapatnya bahwa inteligensi terdiri dari kemampuan umum yang  diberi  kode “<em>g</em>” (<em>genaral factor</em>) dan kemampuan khusus  yang  diberi kode “<em>s</em>” (<em>specific factor</em>). Selanjutnya,   Thurstone (1938) mengemukakan teori “<em>Primary Mental Abilities</em>”,   bahwa inteligensi merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu :   (1) kemampuan berbahasa (<em>verbal comprehension</em>); (2) kemampuan   mengingat (<em>memory</em>); (3) kemampuan nalar atau berfikir (<em>reasoning</em>);   (4) kemampuan tilikan ruangan (<em>spatial factor</em>); (5) kemampuan   bilangan (<em>numerical ability</em>); (6) kemampuan menggunakan   kata-kata (<em>word fluency</em>); dan (7) kemampuan mengamati dengan   cepat dan cermat (<em>perceptual speed</em>).
</p>
<p align="justify">
Sementara itu, J.P. Guilford   mengemukakan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar   atau “<em>faces of intellect</em>”, yaitu:
</p>
<p align="justify">
a. Operasi Mental (Proses   Befikir)</p>
<ol>
<li><em>Cognition</em> (menyimpan informasi yang lama dan menemukan   informasi yang baru).</li>
<li><em>Memory Retention </em>(ingatan yang berkaitan dengan kehidupan   sehari-hari).</li>
<li><em>Memory Recording</em> (ingatan yang segera).</li>
<li><em>Divergent Production</em> (berfikir melebar=banyak kemungkinan   jawaban/ alternatif).</li>
<li><em>Convergent Production</em> (berfikir memusat= hanya satu   kemungkinan jawaban/alternatif).</li>
<li><em>Evaluation</em> (mengambil keputusan tentang apakah suatu itu   baik, akurat, atau memadai).</li>
</ol>
<p>b. <em>Content </em>(Isi yang  Dipikirkan)</p>
<ol>
<li><em>Visual (bentuk konkret atau gambaran).</em></li>
<li><em>Auditory. </em></li>
<li><em>Word Meaning (semantic).</em></li>
<li><em>Symbolic (informasi dalam bentuk lambang, kata-kata atau angka   dan notasi musik).</em></li>
<li><em>Behavioral</em> (interaksi non verbal yang diperoleh melalui   penginderaan, ekspresi muka atau suara).</li>
</ol>
<p>c. Product (Hasil Berfikir)</p>
<ol>
<li>Unit (item tunggal informasi).</li>
<li>Kelas (kelompok item yang memiliki sifat-sifat yang sama).</li>
<li>Relasi (keterkaitan antar informasi).</li>
<li>Sistem (kompleksitas bagian saling berhubungan).</li>
<li>Transformasi (perubahan, modifikasi, atau redefinisi informasi).</li>
<li>Implikasi (informasi yang merupakan saran dari informasi item lain).</li>
</ol>
<p align="justify">
Belakangan ini banyak orang menggugat   tentang kecerdasan intelektual (unidimensional), yang konon dianggap   sebagai anugerah yang dapat mengantarkan kesuksesan hidup seseorang.   Pertanyaan muncul, bagaimana dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Mozart   dan Bethoven dengan karya-karya musiknya yang mengagumkan, atau Maradona   dan Pele sang legenda sepakbola dunia,. Apakah mereka termasuk juga   orang-orang yang genius atau cerdas ? Dalam teori kecerdasan tunggal   (uni-dimensional), kemampuan mereka yang demikian hebat ternyata tidak   terakomodasikan. Maka muncullah, teori inteligensi yang berusaha   mengakomodir kemampuan-kemampuan individu yang tidak hanya berkenaan   dengan aspek intelektual saja. Dalam hal ini, Howard Gardner (1993),   mengemukakan teori <em>Multiple Inteligence,</em> dengan aspek-aspeknya   sebagai berikut :
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Logical – Mathematical; kepekaan dan   kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan bilangan serta kemampuan   untuk berfikir rasional.</li>
<li>Linguistic; kepekaan terhadap suara,   ritme, makna kata-kata, dan keragaman fungsi-fungsi bahasa.</li>
<li>Musical; kemampuan untuk   menghasilkan dan mengapresiasikan ritme. Nada dan bentuk-bentuk ekspresi   musik.</li>
<li>Spatial; Kemampuan mempersepsi dunia ruang-visual secara akurat dan   melakukan tranformasi persepsi tersebut.</li>
<li>Bodily Kinesthetic; kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan   mengenai objek-objek secara terampil.</li>
<li>Interpersonal; kemampuan untuk mengamati dan merespons suasana hati,   temperamen, dan motivasi orang lain.</li>
<li>Intrapersonal; kemampuan untuk   memahami perasaan, kekuatan dan kelemahan serta inteligensi sendiri.</li>
</ol>
<p>Kecakapan potensial seseorang hanya   dapat dideteksi dengan mengidentifikasi indikator-indikatornya. Jika   kita perhatikan penjelasan tentang aspek-aspek inteligensi dari   teori-teori inteligensi di atas, maka pada dasarnya indikator kecerdasan   akan mengerucut ke dalam tiga ciri yaitu : <em>kecepatan </em>(waktu   yang singkat), <em>ketepatan </em>(hasilnya sesuai dengan yang   diharapkan) dan <em>kemudahan</em> (tanpa menghadapi hambatan dan   kesulitan yang berarti) dalam bertindak. Dengan indikator-indikator   perilaku inteligensi tersebut, para ahli mengembangkan   instrumen-instrumen standar untuk mengukur perkiraan kecakapan umum   (kecerdasan) dan kecakapan khusus (bakat) seseorang. Alat ukur   inteligensi yang paling dikenal dan banyak digunakan di Indonesia ialah <em>Tes   Binet Simon –</em> walaupun sebetulnya menurut hemat penulis alat ukur   tersebut masih terbatas untuk mengukur inteligensi atau bakat   persekolahan (<em>scholastic aptitude</em>), belum dapat mengukur aspek –   aspek inteligensi secara keseluruhan (<em>multiple inteligence</em>).   Selain itu, ada juga tes intelegensi yang bersifat lintas budaya yaitu <em>Tes   Progressive Metrices</em> (PM) yang dikembangkan oleh Raven.
</p>
<p align="justify">
Dari hasil pengukuran inteligensi   tersebut dapat diketahui seberapa besar tingkat integensi (biasa disebut   IQ = <em>Intelligent Quotient </em>yaitu ukuran kecerdasan dikaitkan   dengan usia seseorang.Selain menggunakan instrumen standar, seorang guru   pada dasarnya dapat pula mendeteksi dan memperkirakan inteligensi   peserta didiknya, melalui pengamatan yang sistematis tentang indikator –   indikator kecerdasan yang dimiliki para peserta didiknya, yaitu dengan   cara memperhatikan kecenderungan <em>kecepatan</em> <em>ketepatan</em>,   dan <em>kemudahan</em> peserta didik dalam dalam menyelesaikan   tugas-tugas yang diberikan dan mengerjakan soal-soal pada saat ulangan   atau ujian, sehingga pada akhirnya akan diketahui kelompok peserta didik   yang tergolong cepat (<em>upper group</em>), rata-rata (<em>midle  group</em>)  dan lambat (<em>lower group</em>) dalam belajarnya.
</p>
<p align="justify">
Untuk mengukur bakat seseorang, dapat   menggunakan beberapa instrumen standar, diantaranya : DAT (<em>Differential   Aptitude Test</em>), SRA-PMA (<em>Science Research Action – Primary   Mental Ability</em>), FACT (<em>Flanagan Aptitude Calassification Test</em>).Alat   tes ini dapat mengungkap tentang : (1) pemahaman kata; (2) kefasihan   mengungkapkan kata; (3) pemahaman bilangan; (4) tilikan ruangan; (5)   daya ingat; (6) kecepatan pengamatan; (7) berfikir logis; dan (8)   kecakapan gerak.
</p>
<p align="justify">
Perlu dicatat bahwa pengukuran tersebut,   baik menggunakan instrumen standar atau hanya berdasarkan pengamatan   sistematis guru bukanlah bersifat memastikan tingkat kecerdasan atau   bakat seseorang namun hanya sekedar memperkirakan (prediksi) saja, untuk   kepentingan pengembangan diri. Begitu juga kecerdasan atau bakat   seseorang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tingkat   keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang.
</p>
<p align="justify">
Dalam rangka Program Percepatan Belajar (<em>Accelerated   Learning</em>), Balitbang Depdiknas (1986) telah mengidentifikasi <em>ciri-ciri   keberbakatan</em> peserta didik dilihat dari aspek kecerdasan,   kreativitas dan komitmen terhadap tugas, yaitu:
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Lancar berbahasa (mampu mengutarakan pikirannya);</li>
<li>Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan;</li>
<li>Memiliki kemampuan yang tinggi dalam berfikir logis dan kritis</li>
<li>Mampu belajar/bekerja secara mandiri;</li>
<li>Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa);</li>
<li>Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya</li>
<li>Cermat atau teliti dalam mengamati;</li>
<li>Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah;</li>
<li>Mempunyai minat luas;</li>
<li>Mempunyai daya imajinasi yang tinggi;</li>
<li>Belajar dengan dan cepat;</li>
<li>Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapat;</li>
<li>Mampu berkonsentrasi;</li>
<li>Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar.</li>
</ol>
<p align="justify">
Terkait dengan proses pembelajaran, yang   perlu menjadi perhatian bahwa antara satu individu dengan individu   lainnya pada dasarnya memiliki kecakapan yang berbeda-beda. Oleh karena   itu, guru seyogyanya dapat memahami dan mengembangkan kecakapan  individu  sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
</p>
<p align="justify">
Perhatian terhadap perbedaan individu   dalam kecakapan merupakan salah satu prinsip yang harus dipenuhi di   dalam proses pembelajaran . Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   pun telah mencantumkannya sebagai salah satu prinsip yang harus dipenuhi   dalam kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah
</p>
<p>==============================================</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Abin Syamsuddin Makmun. 2003. <em>Psikologi Pendidikan</em>. Bandung :   PT Rosda Karya Remaja.</p>
<p>Depdiknas. 2003. <em>Pedoman   Penyelenggaraaan Program Percepatan Belajar SD, SMP dan SMA</em>.   Jakarta : Dirjen Dikdasmen.</p>
<p>Syamsu Yusuf LN.2003. <em>Psikologi   Perkembangan Anak dan Remaja</em>. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.</p>
<ul class="related_post"><li>July 12, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/" title="Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa">Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (0)</a></li><li>April 22, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/22/motivasi-belajar/" title="Motivasi Belajar">Motivasi Belajar (0)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/olimpiade-mipa-smada/" title="Olimpiade Mipa Smada ">Olimpiade Mipa Smada  (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scholarships For Indonesia</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 02:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[s2]]></category>
		<category><![CDATA[schoolarship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1497</guid>
		<description><![CDATA[
Minamas &#8211; Sime Darby Scholarship Programme 2010


Sime Darby, a diversified multinational with operations in over 20 countries, believes in developing sustainable futures. With more than 250,000 ha of estates and a workforce of over 30,000 employees, our wholly owned subsidiary, Minamas Plantation, is offering scholarships to nurture young, outstanding individuals like you. It is our [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/schoolarship.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/schoolarship-300x273.jpg" alt="" title="schoolarship" width="300" height="273" class="alignleft size-medium wp-image-1498" /></a>
<p align="justify">Minamas &#8211; Sime Darby Scholarship Programme 2010
</p>
<p align="justify">
Sime Darby, a diversified multinational with operations in over 20 countries, believes in developing sustainable futures. With more than 250,000 ha of estates and a workforce of over 30,000 employees, our wholly owned subsidiary, Minamas Plantation, is offering scholarships to nurture young, outstanding individuals like you. It is our aim to help you reach for the stars.
</p>
<p align="justify">
Scholarships are available for undergraduates (Srata Satu &#8211; S1) and postgraduates (Strata Dua &#8211; S2) in local and overseas universities.
</p>
<p align="justify">
<blockquote><p>For further enquiries, please contact us:<br />
E-mail: scholarship.indonesia@simedarby.com</p></blockquote>
<p>Information source : <a href="http://www.simedarby.com/Scholarships_For_Indonesia.aspx" target="_blank">http://www.simedarby.com/Scholarships_For_Indonesia.aspx</a></p>
<ul class="related_post"><li>December 19, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/" title="  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010">  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010 (0)</a></li><li>June 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/" title="Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia">Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[
Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan di manapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya. Sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan terbelakang. Begitu pula suatu bangsa yang tanpa pendidikan. Ia akan menjadi suatu bangsa yang sulit berkembang dan terbelakang.


Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/03/pendidikan-anak.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/03/pendidikan-anak-300x199.jpg" alt="" title="NT5272852" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-1492" /></a>
<p align="justify">Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan di manapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya. Sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan terbelakang. Begitu pula suatu bangsa yang tanpa pendidikan. Ia akan menjadi suatu bangsa yang sulit berkembang dan terbelakang.
</p>
<p align="justify">
Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu berdaya saing, di samping pendidikan harus menghasilkan juga manusia yang berakhlak baik.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan ini semakin penting kedudukannya karena bangsa Indonesia telah memasuki zaman globalisasi. Bangsa kita akan terus terjajah secara ekonomi, budaya, dan lain sebagainya kalau kualitas sumber daya manusianya tidak dimajukan. Bangsa Indonesia harus mau belajar dari bangsa lain. Kualitas pendidikan yang rendah membuat sebagian negara Afrika dikuasai oleh bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Sebaliknya kalau kita lihat B Jepang yang sangat berkonsentrasi terhadap pendidikan, kini telah memetik hasilnya. Jepang yang miskin sumber daya alam telah menjadi bangsa yang unggul dan disegani karena kualitas sumber daya manusianya.
</p>
<p align="justify">
Usia Indonesia yang telah menganjak 65 tahun ternyata belum menyadarkan para pemangku kepentingan bangsa ini untuk lebih memperhatikan pendidikan. Kondisi Indonesia yang hampir separuh penduduknya hidup miskin bahkan di bawah garis kemiskinan seperti sekarang ini adalah dampak dari pendidikan sumber daya manusia yang belum berhasil. Padahal kita tahu bangsa ini dikaruniai Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan kita gagal menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang tangguh dengan karakter dan mental baja. Karena pendidikan kita hanya sekedar ijazah bukan substansi. Padahal pendidikan yang berkualitas itu bukan sekedar gelar, tetapi kualitas kemandirian. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapatkan hasil.
</p>
<p align="justify">
Akibatnya budaya instan mulai masuk dalam segenap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita lakukan dengan mudah, praktis, dan cepat. Kemajuan teknologi selain menguntungkan kita tetapi juga telah memanjakan kita. Membuat kita malas. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Berorientasi hanya kepada hasil. Celakanya penyakit ini telah menyebar ke berbagai sendi kehidupan, termasuk ke pendidikan kita.
</p>
<p align="justify">
Apakah pendidikan Indonesia akan mencetak orang-orang seperti ini ? tentu kita semua sepakat tidak rela generasi penerus bangsa ini menjadi generasi yang memble, suka instan dengan menghalalkan berbagai macam cara, tidak mau belajar keras, dan lain sebagainya. Untuk itulah sudah seharusnya pendidikan di Indonesia harus diarahkan untuk membangun karakter individu yang inovatif, kreatif, mandiri dan berdaya saing tinggi. Pendidikan yang dibisniskan, gelar yang diperjualbelikan akan membuat mental bangsa ini hancur dan hanya akan mencetak generasi yang akan menjadi kuli bagi bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan kita gagal menghasilkan generasi yang mandiri, yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Setiap tahun pengangguran semakin bertambah. Kalaupun ada yang mendapat pekerjaan banyak yang hanya menjadi pegawai rendahan. Kurangnya inovasi dan jiwa kemandirian akan membuat bangsa ini selalu tergantung kepada bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Sekarang ini bangsa ini telah berhadapan dengan globalisasi. Sumber daya manusia harus kita tingkatkan dan kita jadikan prioritas utama dalam pembangunan suatu bangsa. Karena pendidikan adalah cermin kualitas sebuah bangsa. Pendidikan yang maju dan berkembang menunjukkan karakter bangsa tersebut yang selalu ingin maju dan ingin menjadi bangsa yang mandiri. Berdaulat penuh atas bangsa sendiri dan kekayaan sumber daya alamnya, sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai.</p>
<p>Di posting juga di :<a href="http://eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/hidayatus-syufyan-mahasiswa-itb-menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan.htm" target="_blank"> Era Muslim</a></p>
<blockquote><p>Ditulis Oleh :<br />
Hidayatus Syufyan<br />
ALumni Smadangawi 2005</p></blockquote>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/" title="Mengelola Stress">Mengelola Stress (0)</a></li><li>March 28, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/28/meriah-dan-semakin-akrab/" title="Meriah dan semakin akrab">Meriah dan semakin akrab (0)</a></li><li>May 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/05/15/konsep-disiplin-kerja/" title="Konsep Disiplin Kerja">Konsep Disiplin Kerja (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/10-cara-meningkatkan-inovasi/" title="10 Cara Meningkatkan Inovasi">10 Cara Meningkatkan Inovasi (2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forsmawi UI Goes to School 2010</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[goes to school]]></category>
		<category><![CDATA[ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[smada]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<category><![CDATA[ui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1389</guid>
		<description><![CDATA[
Alumni Smadangawi, bekerjasama dengan salah satu komunitas akademis yang tentunya intelektualnya sudah tidak diragukan lagi, yakni Forsmawi UI, Forum Mahasiswa Ngawi UI, sebuah komunitas yang didalamnya adalah orang &#8211; orang intelek yang belajar di salah satu universitas ternama di Indonesia.
Merupakan sebuah terobosan yang luar biasa juga, bahwa dalam rangka memperkenalkan dan mempertajam keyakinan dari siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/02/forsmawi-ui.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/02/forsmawi-ui-300x225.jpg" alt="" title="forsmawi-ui" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1390" /></a>
<p align="justify"><strong>Alumni Smadangawi</strong>, bekerjasama dengan salah satu komunitas akademis yang tentunya intelektualnya sudah tidak diragukan lagi, yakni <strong>Forsmawi UI, Forum Mahasiswa Ngawi UI</strong>, sebuah komunitas yang didalamnya adalah orang &#8211; orang intelek yang belajar di salah satu universitas ternama di Indonesia.</p>
<p align="justify">Merupakan sebuah terobosan yang luar biasa juga, bahwa dalam rangka memperkenalkan dan mempertajam keyakinan dari siswa yang masih duduk di bangku SMA, untuk bisa terus belajar sehingga mampu untuk memperoleh kesempatan menimba ilmu di Universitas Indonesia. </p>
<p align="justify">Forsmawi UI yang di gawangi oleh <strong>Cipta Widya Atmaja </strong> yang merupakan Alumni Smada Ngawi 2009, dan <strong>Ryan Ardiansyah</strong>, Alumni Smada ngawi 2007 Alumni muda yang penuh semangat dan kreasi, bersama rekan &#8211; rekannya mengadakan salah satu kegiatan yang merangsang daya belajar siswa &#8211; siswa SMA, baik SMADA ngawi, maupun SMA di Ngawi yang dikunjungi oleh tim ini.</p>
<p align="justify">Forsmawi UI menyelenggarakan satu kegiatan yang terkonsep dengan rapi, <strong>Forsmawi UI Goes To School 2010</strong>, menyampaikan informasi terkait UI dan memberikan salah satu kegiatan Try Out ujian masuknya.</p>
<p align="justify">Alumni Smadangawi, sebagai salah satu media komunikasi alumni SMada pun memberikan satu jalan lebar untuk memberikan support dan dukungan dalam kegiatan ini. Selama kurang lebih 5 hari ini dari tanggal 11 Januari 2010 kemarin tim yang langsung berangkat dari UI memberikan pelatihan , pengarahan , dan publikasi informasi terkait UI dan Try Out ke beberapa sekolah yang ada di Ngawi. </p>
<ul class="related_post"><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/peletakan-batu-pertama/" title="Peletakan Batu Pertama">Peletakan Batu Pertama (5)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/smada-ngawi/" title="Smada Ngawi">Smada Ngawi (0)</a></li><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/enam-siswa-dinyatakan-tidak-lulus-unas-2010/" title="Enam Siswa dinyatakan tidak Lulus Unas 2010">Enam Siswa dinyatakan tidak Lulus Unas 2010 (2)</a></li><li>March 22, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/22/302-siswa-smada-ngawi-mengikuti-ujian-nasional-2010/" title="302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010">302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010 (6)</a></li><li>March 9, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/09/cangkruk-suroboyoan/" title="Cangkruk Suroboyoan&#8230;.">Cangkruk Suroboyoan&#8230;. (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scholarships &amp; Bursaries University of the Arts London, UK 2010</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 01:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[graduate]]></category>
		<category><![CDATA[uk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[
Scholarships &#038; Bursaries for International Students
University of the Arts London International Graduate Scholarships



For the 2010/2011 academic year, the University of the Arts London is offering postgraduate scholarships for international students (excludes EU students), across our six Colleges. Scholarships will be awarded to international students with the ability and potential to make an exceptional contribution to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">
<strong>Scholarships &#038; Bursaries for International Students<br />
University of the Arts London International Graduate Scholarships</strong>
</p>
<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/12/scholarship-300x239.jpg" alt="scholarship" title="scholarship" width="300" height="239" class="alignleft size-medium wp-image-1361" /></p>
<p align="justify">
For the 2010/2011 academic year, the University of the Arts London is offering postgraduate scholarships for international students (excludes EU students), across our six Colleges. Scholarships will be awarded to international students with the ability and potential to make an exceptional contribution to the art, design, communication or performance worlds.
</p>
<p align="justify">
We hope the scholarships will enable talented individuals to realise their full potential through further study at University of the Arts London.
</p>
<p align="justify">
Scholarships are available for the following MA courses:
</p>
<p align="justify">
<strong>Application deadline: 14 June 2010 and27 September 2010</strong>
</p>
<p align="justify">
<blockquote><p>
Central Saint Martins College of Art and Design<br />
MA Screen (Writing pathway given priority)<br />
MA Design (Ceramics pathway given priority)</p>
<p>London College of Fashion<br />
MA Costume for the Performing Arts</p>
<p>London College of Communication<br />
MA Graphic Moving Image<br />
MA Documentary Film</p>
<p>Chelsea College of Art and Design<br />
MA Fine Art<br />
MA Interior and Spatial Design</p>
<p>Camberwell College of Arts<br />
MA Conservation</p>
<p>Wimbledon College of Art<br />
MA Interdisciplinary Performance</p></blockquote>
<p align="justify">
<p>For MA courses starting in September/October 2010, the application deadline is 14 June 2010, 5:00pm GMT and decisions will be announced to successful candidates by 12 July 2010. For MA courses starting in January 2011, the application deadline is 27 September 2010, 5:00pm GMT and decisions will be announced to successful candidates by 25 October 2010.
</p>
<p align="justify">
<a href="http://www.arts.ac.uk/docs/UAL_International_Graduate_Scholarships_Guidelines_2010_2011.pdf" target="_blank">Download information on scholarship eligibility and selection criteria for the MA programmes</a></p>
<p><a href="http://www.arts.ac.uk/docs/UAL_Student_Scholarship_App.doc" target="_blank">Download an MA scholarships application form.</a></p>
<p>For more Information, <a href="http://www.arts.ac.uk/international/prospective/ido_grants_and_scholarships.htm" target="_blank">click here</a></p>
<ul class="related_post"><li>June 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/" title="Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia">Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia (1)</a></li><li>April 12, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/" title="Scholarships For Indonesia ">Scholarships For Indonesia  (0)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Mahasiswa Muslim Sejati</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/14/menjadi-mahasiswa-muslim-sejati/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/14/menjadi-mahasiswa-muslim-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[
Menjadi mahasiswa Muslim sejati bukan sekadar menjadi mahasiswa berprestasi, apalagi mahasiswa biasa. Seorang mahasiswa Muslim sejati dituntut untuk meraih indeks prestasi tertinggi di kelasnya. Mahasiswa Muslim sejati juga harus menjadi seorang aktivis dakwah, baik itu di kampus maupun di masyarakat.


Mahasiswa Muslim sejati juga harus berani maju ke depan untuk memimpin berbagai organisasi kampus dan kemasyarakatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/12/muslim-300x210.jpg" alt="muslim" title="muslim" width="300" height="210" class="alignleft size-medium wp-image-1344" />
<p align="justify">Menjadi mahasiswa Muslim sejati bukan sekadar menjadi mahasiswa berprestasi, apalagi mahasiswa biasa. Seorang mahasiswa Muslim sejati dituntut untuk meraih indeks prestasi tertinggi di kelasnya. Mahasiswa Muslim sejati juga harus menjadi seorang aktivis dakwah, baik itu di kampus maupun di masyarakat.
</p>
<p align="justify">
Mahasiswa Muslim sejati juga harus berani maju ke depan untuk memimpin berbagai organisasi kampus dan kemasyarakatan, baik itu pemimpin LDK, pemimpin BEM, pemimpin unit-unit kemahasiswaan, maupun pemimpin himpunan jurusan. Di samping itu, ia juga harus menunjukkan bahwa seorang mahasiswa Muslim sejati mampu menjuarai berbagai kompetisi lomba, baik skala regional maupun internasional.
</p>
<p align="justify">
Dan, yang tidak kalah pentingnya, seorang mahasiswa Muslim sejati harus mau berbagi dengan menuangkan pemikiran-pemikirannya yang tajam dan cemerlang lewat tulisan-tulisannya di berbagai media massa. Dan, terakhir adalah seorang mahasiswa Muslim sejati harus sudah menyiapkan dirinya untuk memenangkan tantangan kehidupan usai di kampusnya.
</p>
<p align="justify">
Untuk meraih itu semua, tentunya diperlukan perjuangan yang sangat berat, tetapi seorang mahasiswa Muslim sejati akan memilih jalan mendaki ini. Ketika kita sudah memilih jalan mahasiswa Muslim sejati, tentunya akan banyak konsekuensinya. Lalu, pertanyaannya, bagaimana meraih ini semua? Apa saja yang telah dilakukan oleh mahasiswa yang telah memilih jalan ini?
</p>
<p align="justify">
Kunci yang utama adalah kedekatan kita kepada Allah. Kalau kedekatan ini telah kita raih, insya Allah semuanya akan mudah kita raih dan ringan saja kita menjalani ini. Lalu, bagaimana cara kita mendekatkan diri kepada Allah? Tentunya, kita harus mempersembahkan yang terbaik dari kita untuk Allah bahwa kita harus berusaha menjadi hamba-hamba yang terbaik di hadapan Allah.
</p>
<p align="justify">
Ketika kesadaran ini sudah tertanam kuat, niscaya dengan sendirinya kita akan mempersembahkan semua ibadah kita dengan yang terbaik. Kita akan shalat dengan penuh kekhusyukan, kita akan menyempurnakan shalat kita dengan berjamaah tepat waktu di masjid, lalu kita juga akan menyempurnakannya dengan shalat sunah yang menyertainya.
</p>
<p align="justify">
Hal yang sama juga bisa kita terapkan dalam kuliah. Kehidupan kuliah kita awali dengan niat ibadah kepada Allah. Insya Allah, dengan sendirinya, kita akan berusaha mempersembahkan yang terbaik dalam kuliah kita. Kita akan belajar dengan keras setiap hari. Kita akan mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya. Kita juga akan melaksanakan praktikum dengan sebaik-baiknya. Maka, secara otomatis, kita akan meraih nilai tertinggi.
</p>
<p align="justify">
Hal yang sama juga bisa kita terapkan dalam segala aspek ibadah kita yang lain. Dengan penuh kesadaran, itu akan memberikan yang terbaik dalam ibadah kita. Maka, shalat kita, puasa kita, zakat kita, dan infak kita memberikan bantuan kepada teman kita dan ibadah-ibadah yang lain akan mengantarkan kita dekat kepada Allah.
</p>
<p align="justify">
Kunci berikutnya yang tidak kalah pentingnya, ketika kita telah memutuskan mengambil jalan mahasiswa Muslim sejati, adalah keridhaan orang tua kita, terutama keridhaan ibu kita. Selalu minta doa kepada ibu kita agar segala ikhtiar yang kita lakukan akan berhasil. Ketika seorang ibu sudah mendoakan kita, doa-doa tersebut akan menembus batas-batas langit. Doa itu akan langsung menuju langit dengan kekuatan yang luar biasa dan Allah segera mengabulkan doa ibu kita tersebut. Dengan ridha orang tua ini, insya Allah apa yang kita cita-citakan akan berhasil.
</p>
<p align="justify">
<p><strong>Menjadi mahasiswa Muslim sejati</strong>
</p>
<p align="justify">
Lalu, bagaimana kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa Muslim sejati? Mahasiwa Muslim sejati tidak akan melewatkan semalam pun tanpa bercengkerama dengan Allah lewat shalat malamnya. Ketika azan subuh berkumandang, ia akan segera bergegas menuju masjid menembus keheningan pagi hari untuk segera berada di shaf terdepan shalat subuh. Ketika sudah masuk waktu dhuha, lagi-lagi seorang mahasiswa Muslim sejati ini akan senantiasa bermunajat khusyuk kepada Allah lewat shalat dhuhanya. Seorang mahasiswa Muslim sejati ini tidak akan melewatkan sehari pun tanpa tilawah minimal satu juz Alquran.
 </p>
<p align="justify">
Mahasiswa Muslim sejati juga memastikan paling tidak dalam sepekan bertakarub lewat puasa sunahnya, di samping juga mengikis kecintaannya yang berlebihan kepada harta dengan tiada melewatkan sehari pun tanpa infak. Yang tidak kalah pentingnya, seorang pemimpin muda bangsa juga rajin berolahraga untuk menciptakan fisik yang kuat. Kesemuanya itu dilakukannya semata-mata untuk Allah.
</p>
<p align="justify">
Semuanya itu akan menjadikan kita seorang mahasiswa Muslim yang memiliki pemahaman Islam secara komprehensif, moderat, kepribadian yang matang, integritas tinggi, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.</p>
<p>Artikel ini juga dimuat di : <a href="http://www.republika.co.id/koran/24/95736/Menjadi_Mahasiswa_Muslim_Sejati" target="_blank">Republika Online</a></p>
<hr /></hr>
<p><i>Oleh: Hidayatus Syufyan<br />
(Kepala Sektor Akademik dan Keprofesian ITB)</i></p>
<ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2009/12/14/menjadi-mahasiswa-muslim-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 02:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[optimal]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[
A. Apa sumber belajar itu?

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

B. Apa fungsi sumber belajar?
Sumber belajar memiliki fungsi :


Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/07/sumber-belajar-1-220x300.jpg" alt="sumber-belajar-1" title="sumber-belajar-1" width="220" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1096" /><br />
<b>A. Apa sumber belajar itu?</b></p>
<p align="justify">
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
</p>
<p><b>B. Apa fungsi sumber belajar?</b></p>
<p>Sumber belajar memiliki fungsi :</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
</li>
<li>
Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
</li>
<li>
Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
</li>
<li>
Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.<br />
Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
</li>
<li>
Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.</p>
<p align="justify">
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa
</li>
</ol>
<p><b>C. Ada berapa jenis sumber belajar?</b></p>
<p>Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>
Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
</li>
<li>
Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
</li>
</ol>
<p align="justify">
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
</p>
<p><b>D. Apa kriteria memilih sumber belajar?</b></p>
<p align="justify">
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.
</p>
<p><b>E. Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?</b></p>
<p align="justify">
Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.
</p>
<p align="justify">
Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
</p>
<p align="justify">
Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka.
</p>
<p align="justify">
Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.
</p>
<p><b>F. Bagaimana prosedur merancang sumber belajar?</b></p>
<p align="justify">
Secara skematik, prosedur merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut:<br />
<img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/07/sumber-belajar.jpg" alt="sumber-belajar" title="sumber-belajar" width="390" height="436" class="aligncenter size-full wp-image-1097" />
</p>
<p><b>G. Bagaimana mengoptimalkan sumber belajar?</b></p>
<p align="justify">
Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Demikian pula, dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas, namun keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga.
</p>
<p align="justify">
Belakangan ini di sekolah-sekolah tertentu mulai dikembangkan bentuk pembelajaran dengan menggunakan internet, sehingga siswa “dipaksa” untuk menyewa internet –yang memang ukuran Indonesia pada umumnya-, masih dianggap relatif mahal. Kenapa tidak disediakan dan dikelola saja oleh masing-masing sekolah? Mungkin dengan cara difasilitasi oleh sekolah hasilnya akan jauh lebih efektif dan efisien, dibandingkan harus melalui rental ke WarNet. Bukankah sekarang ini sudah tersedia paket-paket hemat untuk berinternet yang disediakan para provider?
</p>
<p align="justify">
Sumber:
</p>
<p align="justify">
Adaptasi dari : Depdiknas. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta.</p>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/" title="Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat)">Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat) (0)</a></li><li>April 22, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/22/motivasi-belajar/" title="Motivasi Belajar">Motivasi Belajar (0)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/olimpiade-mipa-smada/" title="Olimpiade Mipa Smada ">Olimpiade Mipa Smada  (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran.</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/28/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/28/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 09:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.


Pendekatan pembelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/06/pembelajaran.JPG" alt="pembelajaran" title="pembelajaran" width="490" height="369" class="aligncenter size-full wp-image-1057" /></p>
<p align="justify">
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
</p>
<p align="justify">
<p>Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
</p>
<p align="justify">
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
</p>
<ol>
<li>Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.</li>
<li>Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.</li>
<li>Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.</li>
<li>Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.</li>
</ol>
<p align="justify">
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
</p>
<ol>
<li>Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.</li>
<li>Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.</li>
<li>Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.</li>
<li>Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.</li>
</ol>
<p align="justify">
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
</p>
<p align="justify">
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
</p>
<p align="justify">
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
</p>
<p align="justify">
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
</p>
<p align="justify">
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
</p>
<p align="justify">
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
</p>
<p align="justify">
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:<br />
<img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/06/model-pembelajaran1.jpg" alt="model-pembelajaran1" title="model-pembelajaran1" width="250" height="274" class="aligncenter size-full wp-image-1058" />
</p>
<p align="justify">
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
</p>
<p align="justify">
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
</p>
<p align="justify">
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
</p>
<p align="justify">
Sumber:</p>
<blockquote><ul>
<li>Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.</li>
<li>Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.</li>
<li>Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.</li>
<li>Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.</li>
<li>Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)</li>
</ul>
</blockquote>
<ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/28/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 07:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[study]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[
Informasi menarik bagi semuanya, bagi yang ingin peroleh beasiswa postgraduate, Research Fellowships, Executive Awards, Vocational Education and Training (VET) Awards, dan banyak juga informasi lainnya.
Berikut beberapa informasi tentang beasiswa tersebut, bisa dibaca prosedur lengkapnya di link &#8211; link ini: 

Endeavour Postgraduate Awards

Endeavour Cheung Kong Research Fellowships
Endeavour Research Fellowships
Endeavour Executive Awards
Endeavour Vocational Education and Training VET) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2009/06/beasiswa.gif" alt="beasiswa" title="beasiswa" width="280" height="70" class="alignleft size-full wp-image-1032" /></p>
<p align="justify">Informasi menarik bagi semuanya, bagi yang ingin peroleh beasiswa postgraduate, Research Fellowships, Executive Awards, Vocational Education and Training (VET) Awards, dan banyak juga informasi lainnya.</p>
<p align="justify">Berikut beberapa informasi tentang beasiswa tersebut, bisa dibaca prosedur lengkapnya di link &#8211; link ini: </p>
<ul>
<li><a href="http://kalenderbeasiswa.com/detail/?July_2009_Endeavour_Postgraduate_Awards.html&#038;oid=0&#038;iid=511" target="_blank">Endeavour Postgraduate Awards</a>
</li>
<li><a href="http://kalenderbeasiswa.com/detail/?July_2009_Endeavour_Cheung_Kong_Research_Fellowships.html&#038;oid=0&#038;iid=512" target="_blank">Endeavour Cheung Kong Research Fellowships</a></li>
<li><a href="http://kalenderbeasiswa.com/detail/?July_2009_Endeavour_Research_Fellowships.html&#038;oid=0&#038;iid=513" target="_blank">Endeavour Research Fellowships</a></li>
<li><a href="http://kalenderbeasiswa.com/detail/?July_2009_Endeavour_Executive_Awards.html&#038;oid=0&#038;iid=514" target="_blank">Endeavour Executive Awards</a></li>
<li><a href="http://kalenderbeasiswa.com/detail/?July_2009_Endeavour_Vocational_Education_and_Training_(VET)_Awards.html&#038;oid=0&#038;iid=671" target="_blank">Endeavour Vocational Education and Training VET) Awards</a></li>
</ul>
<p align="justify">Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk bisa meraih prestasi bagi Anda semua buruan, hingga akhir Juli 2009. Informasi lengkap beasiswa &#8211; beasiswa lainnya bisa didapatkan <a href="http://kalenderbeasiswa.com/" target="_blank">di sini</a> </p>
<p align="justify">
<strong>Selamat mencoba!!</strong></p>
<ul class="related_post"><li>December 19, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/" title="  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010">  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010 (0)</a></li><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/peletakan-batu-pertama/" title="Peletakan Batu Pertama">Peletakan Batu Pertama (5)</a></li><li>April 26, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/26/gemilang-dengan-penuh-senyuman/" title="Gemilang dengan penuh senyuman">Gemilang dengan penuh senyuman (12)</a></li><li>April 12, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/" title="Scholarships For Indonesia ">Scholarships For Indonesia  (0)</a></li><li>March 9, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/09/cangkruk-suroboyoan/" title="Cangkruk Suroboyoan&#8230;.">Cangkruk Suroboyoan&#8230;. (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
