<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alumni Smada Ngawi &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://alumni.smadangawi.net/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumni.smadangawi.net</link>
	<description>Informasi Smada Ngawi Alum</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2010 05:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 04:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1581</guid>
		<description><![CDATA[
Jika kita gagal mengatur waktu, pagi hari dapat menjadi bagian yang paling stress dari seharian waktu yang kita jalani. Banyak dari kita sering terburu-buru di pagi hari dalam persiapan berangkat kerja atau sekolah. Sebetulnya tidak harus seperti ini. Dengan sedikit pengelolaan waktu yang baik, hal ini bisa dihindari.
Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi tingkat stress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress-kid.jpeg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress-kid-300x199.jpg" alt="" title="stress-kid" width="300" height="199" class="alignright size-medium wp-image-1584" /></a>
<p align="justify">Jika kita gagal mengatur waktu, pagi hari dapat menjadi bagian yang paling stress dari seharian waktu yang kita jalani. Banyak dari kita sering terburu-buru di pagi hari dalam persiapan berangkat kerja atau sekolah. Sebetulnya tidak harus seperti ini. Dengan sedikit pengelolaan waktu yang baik, hal ini bisa dihindari.<br />
Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi tingkat stress anda di pagi hari :
</p>
<ol>
<li><strong>Buatlah persiapan di malam hari secara rutin.</strong><br />
Siapkan pakaian yang hendak anda pakai di esok hari, jangan menaruh kunci motor/mobil sembarangan – taruhlah di tempat khusus, rencanakan sarapan pagi anda dengan menu yang bergizi, dsb. Tindakan-tindakan sederhana ini saya pikir tidak akan memakan waktu anda lebih dari ½ jam setiap malamnya dan ini saya yakin akan mengurangi sebagian besar kepeningan anda setiap pagi.
</li>
<li><strong>Rencanakan apa yang akan anda lakukan.</strong><br />
Setiap malam, tulislah agenda-agenda penting esok hari yang harus anda lakukan seharian penuh. Ketika anda menulis, jauhkan perasaan khawatir yang menghantui pikiran anda : bagaimana kalau ini, bagaimana kalau itu. Tuliskan saja rencana-rencana anda dan pukul berapa anda akan melakukannya.
</li>
<li><strong>Hilangkan segera hal-hal menjengkelkan yang sudah anda ketahui.</strong><br />
Jika alarm jam anda mengeluarkan suara yang mengerikan, pisau cukur elektrik anda sering melukai kulit, mobil/motor anda sulit distarter di pagi hari … segera perbaiki dan hilangkan faktor-faktor penyebab stress ini dari kehidupan anda. Jika anda telah mengetahui hal-hal tersebut sering menjengkelkan anda, tidak ada alasan bagi anda untuk menunda-nunda memperbaiki masalah tersebut.
</li>
<li><strong>Istirahat yang baik di malam hari.</strong><br />
Pastikan anda cukup tidur setiap malamnya. Tentukan jam berapa anda akan mulai masuk ke kamar tidur anda. Jumlah waktu tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7 jam sehari. Jika memungkinkan aturlah suhu kamar tidur anda, jangan sampai anda tidur dalam keadaan kedinginan atau kepanasan. Suhu kamar yang baik adalah antara 18 – 25 derajat celcius. </p>
<p>Jika anda meminum kopi, aturlah waktu minum kopi anda. Jangan sampai anda terlalu sore mengkonsumsinya, sehingga anda akan kesulitan tidur di malam hari. Efek kafein dari kopi bekerja setelah 5-6 jam anda mengkonsumsinya.
</li>
<li><strong>Bangunlah ½ jam lebih awal.</strong><br />
Waktu ½ jam dapat membuat perbedaan yang mencolok antara anda menjalani pagi hari dengan tenang atau terburu-buru. Selama anda memiliki waktu istirahat yang cukup, bangun ½ jam lebih awal bukanlah hal yang sulit dan anda akan terbiasa dalam beberapa hari ke depan. Gunakan waktu ½ jam ini untuk melemaskan otot-otot anda, mandi air hangat, sarapan pagi dengan tenang dan melakukan hal-hal lain di luar dugaan.
</li>
<li><strong>Minumlah segelas air putih setelah bangun tidur.</strong><br />
Tubuh kita tersusun dari 60 – 70% cairan. Jadi air adalah komponen yang sangat penting dan anda tidak boleh sampai terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Jika anda kekurangan cairan maka darah anda akan mengental dan hal ini mengakibatkan jantung anda memompa darah 2 x lebih keras. Efeknya anda dapat terkena kelelahan baik mental maupun fisik.</p>
<p>Ketika anda tidur panjang di malam hari, tubuh anda akan kekurangan cairan, sehingga penting sekali ketika anda bangun, anda langsung meminum banyak air putih.
</li>
<li><strong>Lakukan pelemasan otot-otot anda selama 5-10 menit di pagi hari.</strong><br />
Apakah anda merasa sedikit terhuyung-huyung/pening ketika anda bangun? Jangan takut, ini adalah hal yang normal. Yang harus anda lakukan adalah membantu melancarkan aliran darah anda, sebagai transisi dari keadaan tubuh yang kaku setelah anda tidur.</p>
<p>Lakukan pelemasan-pelemasan seperti menarik kedua tangan anda keatas kemudian menggerakkannya kekiri dan kekanan, menarik lutut anda, berjinjit, dsb. (saya yakin anda mengetahui gerakan-gerakan dasar senam pagi). Anda juga dapat melakukan sit-up atau push-up jika menginginkan.
</li>
<li><strong>Dengarkan musik dan mandilah air hangat.</strong><br />
Musik dapat mempengaruhi pikiran secara positif, sehingga akan memotivasi anda. Pilihlah lagu-lagu yang membuat anda merasa ceria dan bersemangat sambil anda melakukan aktivitas di pagi hari.<br />
Sementara mandi air hangat adalah sebuah pengalaman yang dapat membuat anda merasa tenang di pagi hari dan membuat badan anda menjadi enteng.
</li>
<li><strong>Rapihkan tempat tinggal anda.</strong><br />
Aturlah penempatan-penempatan barang dalam rumah anda sedemikian rupa sehingga anda mengetahui persis dimana letak barang-barang milik anda. Taruhlah kembali pada tempatnya barang-barang yang sudah anda gunakan. Sehingga jika anda hendak menggunakannya, anda tidak perlu mencari kesana-kemari yang dapat membuat anda menjadi stress.
</li>
<li><strong>Bagi anda yang mengendarai mobil/motor, jangan pulang ke rumah dengan kondisi bensin yang hampir kosong.</strong><br />
Mengisi bensin setelah anda selesai beraktivitas bukanlah hal yang sulit bukan? Tetapi mengapa banyak orang menunda melakukannya? Mungkin karena alasan ingin segera sampai di rumah atau kondisi tubuh anda yang sudah sangat lelah sehingga malas mampir ke pompa bensin.</p>
<p>Dengan kesibukan di pagi hari ditambah anda harus mampir terlebih dahulu ke pompa bensin, anda dapat terlambat memulai aktivitas anda, dan tentu saja hal ini bukan awal yang baik.</p>
<p>Selalu periksa tingkat kekosongan bensin anda saat perjalanan pulang dan isilah bensin anda segera, jangan menunda. </li>
</ol>
<p align="justify">
Hidup ini sangatlah singkat, aturlah waktu anda dengan seefektif mungkin. Semoga kesepuluh langkah diatas akan sangat membantu anda. Selamat mencoba. / <em>beberapa sumber</em></p>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/" title="Mengelola Stress">Mengelola Stress (0)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Satu Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 01:51:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[emosional]]></category>
		<category><![CDATA[faktual]]></category>
		<category><![CDATA[fikiran]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[

Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah.


Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia mampu menembus dasar bumi, menyelami kedalaman samudra, dan menjelajahi angkasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/tangguh.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/tangguh-253x300.jpg" alt="" title="tangguh" width="253" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1576" /></a>
<p align="justify">
Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah.
</p>
<p align="justify">
Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia mampu menembus dasar bumi, menyelami kedalaman samudra, dan menjelajahi angkasa luar. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.
</p>
<p align="justify">
Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa- apa.
</p>
<p align="justify">
Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada &#8220;hati&#8221; untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.
</p>
<p align="justify">
Instruksi akan diteruskan ke &#8220;hati&#8221; melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal- hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.
</p>
<p><strong>Faktual dan sensitif</strong></p>
<p align="justify">
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.
</p>
<p align="justify">
Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke &#8220;hati&#8221;. Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam &#8220;hati&#8221; apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.
</p>
<p align="justify">
Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam &#8220;hati&#8221; untuk diolah. Karena &#8220;hati&#8221;- nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.
</p>
<p align="justify">
Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke &#8220;hati&#8221;. Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke &#8220;hati&#8221; sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.
</p>
<p align="justify">
Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.
</p>
<p><strong>Persepsikan kenyataan secara positif</strong></p>
<p align="justify">
Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa &#8220;Hidup kita ditentukan oleh pikiran&#8221;.
</p>
<p align="justify">
Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.
</p>
<p align="justify">
Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, &#8220;Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir.&#8221;
</p>
<p align="justify">
Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik.
</p>
<p align="justify">
Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.
</p>
<p align="justify">
Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.
</p>
<p align="justify">
&#8220;Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif,&#8221; kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie &#038; Associates.
</p>
<p align="justify">
Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka. Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan.
</p>
<p align="justify">
Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.
</p>
<p align="justify">
&#8220;Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu,&#8221; kata Welty.
</p>
<p align="justify">
Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.
</p>
<p align="justify">
Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita.
</p>
<p align="justify">
Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (Ary Santosa Yudha)
</p>
<p align="justify">
<p><em>Sumber: Disadur dari Majalah Intisari Edisi Maret 2001</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>MOH. ARIEF KURNIAWAN<br />
ALUMI SMADA NGAWI-BATAVIA</strong></p>
<ul class="related_post"><li>January 2, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/" title="Welcome 2010 welcome success">Welcome 2010 welcome success (3)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Stress</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[manusiawi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tension]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[
Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (tension) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/stress.jpg" alt="" title="stress" width="300" height="300" class="alignleft size-full wp-image-1572" /></a>
<p align="justify">Pada umumnya, pelaksanaan tugas  selalu  mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini   seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.    Stres adalah suatu kondisi tegangan (<em>tension</em>) baik secara faal   maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang   dipersepsi sebagai ancaman.  Stres merupakan bagian dari kondisi   manusiawi.
</p>
<p align="justify">
Dalam batas tertentu, stres membantu kita agar tetap   termotivasi. Tetapi kadang-kadang kita terlalu banyak  mendapatkan stres sehingga  menurunkan kualitas kinerja kita (<em>distre</em>s).  Oleh karena itu,  kita perlu memiliki kemampuan mengelola stres.
</p>
<p align="justify">
Untuk bisa mengelola stres, maka langkah   yang  harus kita lakukan adalah: mengenali gejala-gejala stres,   memahami faktor-faktor penyebab stres, dan melatih diri melakukan   mekanisme penanganannya (<em>coping mechanism</em>).
</p>
<p align="justify">
Untuk kali kita akan bahas dua hal yang  pertama yaitu gejala – gejala stres dan faktor – faktor penyebab stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>A. Gejala-gejala Stres</strong></p>
<p>Stres mempengaruhi seluruh diri kita.   Kondisi stres dapat diamati dari gejala-gejalanya, baik gejala   emosional/kognitif maupun gejala fisik. Jika kita dapat menandai   gejala-gejalanya, maka kita akan dapat mengelolanya.
</p>
<p align="justify">
Seseorang yang stres tidak berarti harus   memiliki/menampakkan seluruh gejala ini, bahkan satu gejala pun sudah   bisa kita curigai sebagai pertanda bahwa seseorang mengalami stres.   Namun kita juga perlu menyadari bahwa gejala-gejala ini bisa juga   merupakan indikator dari masalah lain, misalnya karena memang benar ada   gangguan kesehatan secara fisik.
</p>
<p align="justify">
Tabel berikut menggambarkan   gejala-gejala stres:</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top">Gejala Emosional/Kognitif</td>
<td width="319" valign="top">Gejala Fisik</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Mudah merasa ingin marah</li>
<li>Merasa putus asa saat harus menunggu sesuatu</li>
<li>Merasa gelisah</li>
<li>Tidak dapat berkonsentrasi</li>
<li>Sulit berkonsentrasi</li>
<li>Jadi mudah bingung</li>
<li>Bermasalah dengan ingatan (mudah lupa, susah mengingat)</li>
<li>Setiap saat memikirkan hal-hal negatif</li>
<li>Berpikir negatif tentang diri sendiri</li>
<li>Mood naik turun (mood mudah berubah-ubah, misalnya merasa          gembira tapi tak lama kemudian merasa bosan dan ingin marah)</li>
<li>Makan terlalu banyak</li>
<li>Makan padahal tidak lapar</li>
<li>Merasa tidak memiliki cukup energi untuk menyelesaikan sesuatu</li>
<li>Merasa tidak  mampu        mengatasi masalah</li>
<li>Sulit membuat keputusan</li>
<li>Emosi suka meluap-luap (baik gembira, sedih, marah, dan sebagai-          nya)</li>
<li>Biasanya merasa marah dan bosan</li>
<li>Kurang memiliki <em>sense of humor</em></li>
</ul>
</td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Otot-otot tegang</li>
<li>Sakit punggung bagian bawah</li>
<li>Sakit di bahu atau leher</li>
<li>Sakit dada</li>
<li>Sakit perut</li>
<li>Kram otot</li>
<li>Iritasi atau ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan kategorinya</li>
<li>Denyut jantung cepat</li>
<li>Telapak tangan berkeringat</li>
<li>Berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik</li>
<li>Perut terasa bergejolak</li>
<li>Gangguan pencernaan dan cegukan</li>
<li>Diare</li>
<li>Tidak dapat tidur atau tidur berlebihan</li>
<li>Napas pendek</li>
<li>Menahan napas</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>B. Faktor-Faktor Penyebab Stres</strong></p>
<p>Secara umum, faktor penyebab stres   meliputi:</p>
<p><strong>1. Ancaman</strong><em>. </em>
</p>
<p align="justify">
Persepsi tentang adanya ancaman membuat   seseorang merasa stres, baik ancaman fisik, sosial, finansial, maupun   ancaman lainnya. Keadaan akan menjadi buruk bila orang yang   mempersepsikan tentang adanya ancaman ini merasa bahwa dirinya tidak   dapat melakukan tindakan apa pun yang akan bisa mengurangi ancaman   tersebut.
</p>
<p align="justify">
<strong>2. Ketakutan</strong>
</p>
<p align="justify">
Ancaman bisa menimbulkan ketakutan.   Ketakutan membuat orang membayangkan akan terjadinya akibat yang tidak   menyenangkan, dan hal ini membuat orang menjadi stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>3. Ketidakpastian</strong>
</p>
<p align="justify">
Saat kita merasa tidak yakin tentang   sesuatu, maka kita akan sulit membuat prediksi. Akibatnya kita merasa   tidak akan dapat mengendalikan situasi. Perasaan tidak mampu   mengendalikan situasi akan menimbulkan ketakutan. Rasa takut menyebabkan   kita merasa stres.
</p>
<p align="justify">
<strong>4. Disonansi kognitif</strong>
</p>
<p align="justify">
Bila ada kesenjangan antara apa yang   kita lakukan dengan apa yang kita pikirkan, maka dikatakan bahwa kita   mengalami disonansi kognitif, dan hal ini akan dirasakan sebagai stres.   Sebagai contoh, bila kita merasa bahwa kita adalah orang yang baik,   namun ternyata menyakiti hati orang lain, maka kita akan mengalami   disonansi dan merasa stres. Disonansi kognitif juga terjadi bila kita   tidak dapat menjaga komitmen. Kita yakin bahwa diri kita jujur dan tepat   janji, namun adakalanya situasi/lingkungan tidak mendukung kita untuk   jujur atau tepat janji. Hal ini akan membuat kita merasa stres karena   kita terancam dengan sebutan tidak jujur atau tidak mampu menepati   janji.
</p>
<p align="justify">
Faktor lain yang bisa menimbulkan stres   adalah kehidupan sehari-hari, seperti:</p>
<ol>
<li>Kematian, baik kematian pasangan, keluarga, maupun teman</li>
<li>Kesehatan: kecelakaan, sakit, kehamilan</li>
<li>Kejahatan: penganiayaan seksual, perampokan, pencurian, pencopetan.</li>
<li>Penganiayaan diri: penyalahgunaan obat, alkoholisme, melukai diri   sendiri</li>
<li>Perubahan keluarga: perpisahan, perceraian, kelahiran bayi,   perkawinan.</li>
<li>Masalah seksual</li>
<li>Pertentangan pendapat: dengan pasangan, keluarga, teman, rekan   kerja, pimpinan</li>
<li>Perubahan fisik: kurang tidur, jadual kerja baru.</li>
<li>Tempat baru: berlibur, pindah rumah</li>
<li>Keuangan: kekurangan uang, memiliki uang, menginvestasikan uang.</li>
<li> Perubahan lingkungan: di sekolah, di rumah, di tempat kerja, di   kota, masuk penjara.</li>
<li>Peningkatan tanggung jawab: adanya tanggungan baru, pekerjaan baru.</li>
</ol>
<p>Di tempat kerja, selain faktor penyebab   yang bersifat umum di atas, ada 6 (enam) kelompok faktor utama penyebab   stres, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuntutan tugas</li>
<li>Pengendalian terhadap pegawai, yang berhubungan dengan bagaimana   para pegawai melaksanakan pekerjaannya</li>
<li>Dukungan yang didapatkan dari rekan kerja dan pimpinan</li>
<li>Hubungan dengan rekan kerja</li>
<li>Pemahaman pegawai tentang peran dan tanggung jawab</li>
<li>Seberapa jauh instansi tempat bekerja berunding dengan pegawai baru.</li>
</ol>
<p>sumber : <em>Materi Pembinaan  Profesi Pengawas Sekolah.</em> Direktorat Tenaga Kependidikan.  Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu  Pendidik dan Tenaga Kependidikan.  Departemen Pendidikan Nasional. 2008.</p>
<ul class="related_post"><li>June 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/30/10-langkah-jitu-mengurangi-stress-di-pagi-hari/" title="10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari">10 Langkah Jitu Mengurangi Stress di Pagi Hari (0)</a></li><li>March 30, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/" title="Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan">Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan (0)</a></li><li>March 28, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/28/meriah-dan-semakin-akrab/" title="Meriah dan semakin akrab">Meriah dan semakin akrab (0)</a></li><li>May 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/05/15/konsep-disiplin-kerja/" title="Konsep Disiplin Kerja">Konsep Disiplin Kerja (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/10-cara-meningkatkan-inovasi/" title="10 Cara Meningkatkan Inovasi">10 Cara Meningkatkan Inovasi (2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemampuan Individu (Kecerdasan dan Bakat)</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[soft skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[
Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (actual ability) dan  kecakapan  potensial (potential ability). Kecakapan nyata (actual   ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.


Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/06/soft-skills-300x225.jpg" alt="" title="soft-skills" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1566" /></a>
<p align="justify">Kecakapan individu dapat dibagi kedalam   dua bagian yaitu kecakapan nyata (<em>actual ability</em>) dan  kecakapan  potensial (<em>potential ability</em>). Kecakapan nyata (<em>actual   ability</em>) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (<em>achivement</em> atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.
</p>
<p align="justify">
Misalkan, setelah selesai mengikuti   proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir   perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang   disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan   baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau   kecakapan nyata (<em>achievement</em>).
</p>
<p align="justify">
Sedangkan kecakapan potensial merupakan   aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh   dari faktor keturunan (<em>herediter</em>). Kecakapan potensial dapat   dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (<em>inteligensi </em>atau   <em>kecerdasan</em>) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau <em>aptitudes</em>).   C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian inteligensi sebagai <em>kemampuan   menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat  dan  efektif.</em> Pada awalnya teori inteligensi masih bersifat   unidimensional (kecerdasan tunggal), yakni hanya berhubungan dengan   aspek intelektual saja, seperti teori inteligensi yang dikemukakan oleh   Charles Spearman (1904) dengan teori “<em>Two Factors</em>”-nya.  Menurut  pendapatnya bahwa inteligensi terdiri dari kemampuan umum yang  diberi  kode “<em>g</em>” (<em>genaral factor</em>) dan kemampuan khusus  yang  diberi kode “<em>s</em>” (<em>specific factor</em>). Selanjutnya,   Thurstone (1938) mengemukakan teori “<em>Primary Mental Abilities</em>”,   bahwa inteligensi merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu :   (1) kemampuan berbahasa (<em>verbal comprehension</em>); (2) kemampuan   mengingat (<em>memory</em>); (3) kemampuan nalar atau berfikir (<em>reasoning</em>);   (4) kemampuan tilikan ruangan (<em>spatial factor</em>); (5) kemampuan   bilangan (<em>numerical ability</em>); (6) kemampuan menggunakan   kata-kata (<em>word fluency</em>); dan (7) kemampuan mengamati dengan   cepat dan cermat (<em>perceptual speed</em>).
</p>
<p align="justify">
Sementara itu, J.P. Guilford   mengemukakan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar   atau “<em>faces of intellect</em>”, yaitu:
</p>
<p align="justify">
a. Operasi Mental (Proses   Befikir)</p>
<ol>
<li><em>Cognition</em> (menyimpan informasi yang lama dan menemukan   informasi yang baru).</li>
<li><em>Memory Retention </em>(ingatan yang berkaitan dengan kehidupan   sehari-hari).</li>
<li><em>Memory Recording</em> (ingatan yang segera).</li>
<li><em>Divergent Production</em> (berfikir melebar=banyak kemungkinan   jawaban/ alternatif).</li>
<li><em>Convergent Production</em> (berfikir memusat= hanya satu   kemungkinan jawaban/alternatif).</li>
<li><em>Evaluation</em> (mengambil keputusan tentang apakah suatu itu   baik, akurat, atau memadai).</li>
</ol>
<p>b. <em>Content </em>(Isi yang  Dipikirkan)</p>
<ol>
<li><em>Visual (bentuk konkret atau gambaran).</em></li>
<li><em>Auditory. </em></li>
<li><em>Word Meaning (semantic).</em></li>
<li><em>Symbolic (informasi dalam bentuk lambang, kata-kata atau angka   dan notasi musik).</em></li>
<li><em>Behavioral</em> (interaksi non verbal yang diperoleh melalui   penginderaan, ekspresi muka atau suara).</li>
</ol>
<p>c. Product (Hasil Berfikir)</p>
<ol>
<li>Unit (item tunggal informasi).</li>
<li>Kelas (kelompok item yang memiliki sifat-sifat yang sama).</li>
<li>Relasi (keterkaitan antar informasi).</li>
<li>Sistem (kompleksitas bagian saling berhubungan).</li>
<li>Transformasi (perubahan, modifikasi, atau redefinisi informasi).</li>
<li>Implikasi (informasi yang merupakan saran dari informasi item lain).</li>
</ol>
<p align="justify">
Belakangan ini banyak orang menggugat   tentang kecerdasan intelektual (unidimensional), yang konon dianggap   sebagai anugerah yang dapat mengantarkan kesuksesan hidup seseorang.   Pertanyaan muncul, bagaimana dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Mozart   dan Bethoven dengan karya-karya musiknya yang mengagumkan, atau Maradona   dan Pele sang legenda sepakbola dunia,. Apakah mereka termasuk juga   orang-orang yang genius atau cerdas ? Dalam teori kecerdasan tunggal   (uni-dimensional), kemampuan mereka yang demikian hebat ternyata tidak   terakomodasikan. Maka muncullah, teori inteligensi yang berusaha   mengakomodir kemampuan-kemampuan individu yang tidak hanya berkenaan   dengan aspek intelektual saja. Dalam hal ini, Howard Gardner (1993),   mengemukakan teori <em>Multiple Inteligence,</em> dengan aspek-aspeknya   sebagai berikut :
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Logical – Mathematical; kepekaan dan   kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan bilangan serta kemampuan   untuk berfikir rasional.</li>
<li>Linguistic; kepekaan terhadap suara,   ritme, makna kata-kata, dan keragaman fungsi-fungsi bahasa.</li>
<li>Musical; kemampuan untuk   menghasilkan dan mengapresiasikan ritme. Nada dan bentuk-bentuk ekspresi   musik.</li>
<li>Spatial; Kemampuan mempersepsi dunia ruang-visual secara akurat dan   melakukan tranformasi persepsi tersebut.</li>
<li>Bodily Kinesthetic; kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan   mengenai objek-objek secara terampil.</li>
<li>Interpersonal; kemampuan untuk mengamati dan merespons suasana hati,   temperamen, dan motivasi orang lain.</li>
<li>Intrapersonal; kemampuan untuk   memahami perasaan, kekuatan dan kelemahan serta inteligensi sendiri.</li>
</ol>
<p>Kecakapan potensial seseorang hanya   dapat dideteksi dengan mengidentifikasi indikator-indikatornya. Jika   kita perhatikan penjelasan tentang aspek-aspek inteligensi dari   teori-teori inteligensi di atas, maka pada dasarnya indikator kecerdasan   akan mengerucut ke dalam tiga ciri yaitu : <em>kecepatan </em>(waktu   yang singkat), <em>ketepatan </em>(hasilnya sesuai dengan yang   diharapkan) dan <em>kemudahan</em> (tanpa menghadapi hambatan dan   kesulitan yang berarti) dalam bertindak. Dengan indikator-indikator   perilaku inteligensi tersebut, para ahli mengembangkan   instrumen-instrumen standar untuk mengukur perkiraan kecakapan umum   (kecerdasan) dan kecakapan khusus (bakat) seseorang. Alat ukur   inteligensi yang paling dikenal dan banyak digunakan di Indonesia ialah <em>Tes   Binet Simon –</em> walaupun sebetulnya menurut hemat penulis alat ukur   tersebut masih terbatas untuk mengukur inteligensi atau bakat   persekolahan (<em>scholastic aptitude</em>), belum dapat mengukur aspek –   aspek inteligensi secara keseluruhan (<em>multiple inteligence</em>).   Selain itu, ada juga tes intelegensi yang bersifat lintas budaya yaitu <em>Tes   Progressive Metrices</em> (PM) yang dikembangkan oleh Raven.
</p>
<p align="justify">
Dari hasil pengukuran inteligensi   tersebut dapat diketahui seberapa besar tingkat integensi (biasa disebut   IQ = <em>Intelligent Quotient </em>yaitu ukuran kecerdasan dikaitkan   dengan usia seseorang.Selain menggunakan instrumen standar, seorang guru   pada dasarnya dapat pula mendeteksi dan memperkirakan inteligensi   peserta didiknya, melalui pengamatan yang sistematis tentang indikator –   indikator kecerdasan yang dimiliki para peserta didiknya, yaitu dengan   cara memperhatikan kecenderungan <em>kecepatan</em> <em>ketepatan</em>,   dan <em>kemudahan</em> peserta didik dalam dalam menyelesaikan   tugas-tugas yang diberikan dan mengerjakan soal-soal pada saat ulangan   atau ujian, sehingga pada akhirnya akan diketahui kelompok peserta didik   yang tergolong cepat (<em>upper group</em>), rata-rata (<em>midle  group</em>)  dan lambat (<em>lower group</em>) dalam belajarnya.
</p>
<p align="justify">
Untuk mengukur bakat seseorang, dapat   menggunakan beberapa instrumen standar, diantaranya : DAT (<em>Differential   Aptitude Test</em>), SRA-PMA (<em>Science Research Action – Primary   Mental Ability</em>), FACT (<em>Flanagan Aptitude Calassification Test</em>).Alat   tes ini dapat mengungkap tentang : (1) pemahaman kata; (2) kefasihan   mengungkapkan kata; (3) pemahaman bilangan; (4) tilikan ruangan; (5)   daya ingat; (6) kecepatan pengamatan; (7) berfikir logis; dan (8)   kecakapan gerak.
</p>
<p align="justify">
Perlu dicatat bahwa pengukuran tersebut,   baik menggunakan instrumen standar atau hanya berdasarkan pengamatan   sistematis guru bukanlah bersifat memastikan tingkat kecerdasan atau   bakat seseorang namun hanya sekedar memperkirakan (prediksi) saja, untuk   kepentingan pengembangan diri. Begitu juga kecerdasan atau bakat   seseorang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tingkat   keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang.
</p>
<p align="justify">
Dalam rangka Program Percepatan Belajar (<em>Accelerated   Learning</em>), Balitbang Depdiknas (1986) telah mengidentifikasi <em>ciri-ciri   keberbakatan</em> peserta didik dilihat dari aspek kecerdasan,   kreativitas dan komitmen terhadap tugas, yaitu:
</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Lancar berbahasa (mampu mengutarakan pikirannya);</li>
<li>Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan;</li>
<li>Memiliki kemampuan yang tinggi dalam berfikir logis dan kritis</li>
<li>Mampu belajar/bekerja secara mandiri;</li>
<li>Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa);</li>
<li>Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya</li>
<li>Cermat atau teliti dalam mengamati;</li>
<li>Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah;</li>
<li>Mempunyai minat luas;</li>
<li>Mempunyai daya imajinasi yang tinggi;</li>
<li>Belajar dengan dan cepat;</li>
<li>Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapat;</li>
<li>Mampu berkonsentrasi;</li>
<li>Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar.</li>
</ol>
<p align="justify">
Terkait dengan proses pembelajaran, yang   perlu menjadi perhatian bahwa antara satu individu dengan individu   lainnya pada dasarnya memiliki kecakapan yang berbeda-beda. Oleh karena   itu, guru seyogyanya dapat memahami dan mengembangkan kecakapan  individu  sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
</p>
<p align="justify">
Perhatian terhadap perbedaan individu   dalam kecakapan merupakan salah satu prinsip yang harus dipenuhi di   dalam proses pembelajaran . Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   pun telah mencantumkannya sebagai salah satu prinsip yang harus dipenuhi   dalam kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah
</p>
<p>==============================================</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Abin Syamsuddin Makmun. 2003. <em>Psikologi Pendidikan</em>. Bandung :   PT Rosda Karya Remaja.</p>
<p>Depdiknas. 2003. <em>Pedoman   Penyelenggaraaan Program Percepatan Belajar SD, SMP dan SMA</em>.   Jakarta : Dirjen Dikdasmen.</p>
<p>Syamsu Yusuf LN.2003. <em>Psikologi   Perkembangan Anak dan Remaja</em>. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.</p>
<ul class="related_post"><li>July 12, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/07/12/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/" title="Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa">Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (0)</a></li><li>April 22, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/22/motivasi-belajar/" title="Motivasi Belajar">Motivasi Belajar (0)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/olimpiade-mipa-smada/" title="Olimpiade Mipa Smada ">Olimpiade Mipa Smada  (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/kemampuan-individu-kecerdasan-dan-bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan dan Kail</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/15/ikan-dan-kail/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/15/ikan-dan-kail/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 04:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[gemilang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kail]]></category>
		<category><![CDATA[pameo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1505</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita mendengar dari orang-orang terdahulu tentang KAIL dan IKAN, dan mereka menganjurkan kita untuk memberikan kail daripada ikan, karena jika kita memberi ikan maka ikan itu akan habis ketika dimakan. berbeda jika kita memberikan kail sekaligus mengajarkan cara mempergunakan dan ilmu memancing kepada seseorang, maka dia akan bisa terus mendapatkan ikan, tidak hanya satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sering kita mendengar dari orang-orang terdahulu tentang <strong>KAIL dan IKAN</strong>, dan mereka menganjurkan kita untuk memberikan kail daripada ikan, karena jika kita memberi ikan maka ikan itu akan habis ketika dimakan. berbeda jika kita memberikan kail sekaligus mengajarkan cara mempergunakan dan ilmu memancing kepada seseorang, maka dia akan bisa terus mendapatkan ikan, tidak hanya satu ikan tapi bisa puluhan atau ratusan ikan dapat dihasilkan oleh kailnya.
</p>
<p align="justify">
Pemeo KAIL dan IKAN harusnya mengilhami kita untuk saling berbagi pada sesama dengan mengutamakan prinsip memberi kail akan jauh bermanfaat dari sekedar memberi ikan. Kail akan bisa membuat yang kita beri bisa mandiri dan suatu saat akan menjadikan dia sebagai pemberi.
</p>
<p align="justify">
kail dan ikan juga adalah rambu-rambu bagi kita untuk lebih selektif dalam memberi sesuatu kepada seseorang atau kepada sebuah lembaga. sebagai contohnya adalah adanya program <strong><a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/05/gemilang-smada-2010/">GEMILANG</a></strong> yang akan dilaunching nanti pada tanggal 24 April 2010. gerakan yang dicanangkan tersebut sangat bagus sekali sebagai wadah pembelajaran untuk memberikan sedikit dari apa yang diamanatkan olehNya, juga merupakan gerakan terima kasih kepada almamater tercinta yang telah ikut andil dalam mendidik kita hingga kita bisa seperti sekarang. apalah artinya Rp. 50.000,00 dibanding dengan pengabdian bapak-ibu guru yang mendidik kita. sungguh uang sebesar itu tidak sebanding dengan apa yang telah didarmabaktikan guru-guru kita dan almamater kita, jadi jangan pernah lagi bertanya apa yang telah diberikan sekolah kepada kita tapi sekarang sudah saatnya kita bertanya apa yang bisa saya berikan kepada sekolah yang ikut membesarkanku.
</p>
<p align="justify">
Nah, dalam hal memberi inilah kita perlu berhati-hati sebagaimana yang di maksudkan dari <strong>KAIL dan IKAN</strong>, akankah kita memberi ikan kepada almamater kita tercinta yang sekaligus habis dan hanya bisa dikenang saja? tentu jawabnya tidak. kita semua pasti ingin melihat almamater tercinta SMAN 2 Ngawi tidak lagi tergantung pada angaran dari dinas tetapi juga bisa menghidupi dirinya sendiri. kita akan sangat bangga pada almamater kita yang bisa besar dari dirinya sendiri tidak terus menerus tumapaking krida lumahing asta pada pemerintah. kita tentu senang melihat adik-adik kita berprestasi sesuai dengan bakat dan minat mereka. kita tentu ikut gembira ketika tim basket SMA kita bisa berlaga di liga basket pelajar, atau adik-adik kita maju ke pentas-pentas pertandingan dan berpredikat juara dibidangnya masing. </p>
<p align="justify">
Intinya adalah program<strong> <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/05/gemilang-smada-2010/">GEMILANG</a></strong> yang akan diluncurkan pada temu alumni adalh sangat baik sebagai ungkapan terima kasih kita kepada almamater kita sekaligus sebuah kesempatan untuk memajukan almamater kita, dan perlu dicermati adalah akan digunakan untuk apa uang yang terkumpul dari program <strong><a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/05/gemilang-smada-2010/">GEMILANG</a></strong> ini.
</p>
<p align="justify">
Wacana untuk membiayai pembangunan atau merenovasi gedung adalah tak ubahnya kita memberikan <strong>IKAN</strong> pada almamater kita yang habis begitu saja ketika gedung sudah selesai dibangun, dan hanya menyisakan sedikit romantisme kenangan bahwa kita ikut dalam pembangunan gedung tersebut yang notabene bisa dibangun sendiri oleh almamater kita. kenangan indah itu telah terukir di beberapa bangunan yang tertuliskan &#8220;bantuan BP3 th&#8230;&#8230;.&#8221;. untuk masalah satu ini mari kita serahkan pada almamater kita tercinta, yakinlah kalau SMA 2 beserta warganya sekarang bisa survive menghidupi dirinya sendiri.
</p>
<p align="justify">
Adapun ada beberapa alumni yang saya hubungi menginginkan memberikan KAIL pada sekolah kita agar sekolah nantinya bisa menghidupi dirinya sendiri. Dana yang akan kita sumbangkan hanya sebagai stater awal yang selanjutnya akan dikelola untuk membuat sebuah badan usaha yang keuntungannya bisa untuk berbagai hal, seperti : pembangunan fisik sekolah, beasiswa, pembiayaan unit-unit kegiatan siswa atau yang lainnya.
</p>
<p align="justify">
<a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/wijang.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/wijang.jpg" alt="" title="wijang" width="200" height="200" class="alignright size-full wp-image-1510" /></a><br />
Wacana kedua ini hanya saran alternatif yang mesti kita telaah kembali dan didiskusikan bersama-sama. siapapun anda dan merasa memiliki SMAN 2 Ngawi tercinta mari kita besarkan SMA kita dengan apapun yang kita punya harta, tenaga, pikiran atau ide-ide kreatif demi mewujudkan sekolah kita menjadi sekolahnya para juara. kita semua pasti rindu nama SMAN 2 Ngawi tampil di ajang bergengsi negeri ini. Tidak hanya di bidang akademik tapi juga non akademik. dan ini semua merupakan tanggungjawab kita bersama yang merasa menjadi anggota keluarga besar SMAN 2 Ngawi. BRAVO SMADA cintaku bersamamu.
</p>
<blockquote><p>
Write by : Wijang Sri Isnandhita<br />
Alumni Smadangawi 1998</p></blockquote>
<ul class="related_post"><li>April 26, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/26/gemilang-dengan-penuh-senyuman/" title="Gemilang dengan penuh senyuman">Gemilang dengan penuh senyuman (12)</a></li><li>March 5, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/05/gemilang-smada-2010/" title="GEMILANG SMADA 2010">GEMILANG SMADA 2010 (17)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/15/ikan-dan-kail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scholarships For Indonesia</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 02:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[s2]]></category>
		<category><![CDATA[schoolarship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1497</guid>
		<description><![CDATA[
Minamas &#8211; Sime Darby Scholarship Programme 2010


Sime Darby, a diversified multinational with operations in over 20 countries, believes in developing sustainable futures. With more than 250,000 ha of estates and a workforce of over 30,000 employees, our wholly owned subsidiary, Minamas Plantation, is offering scholarships to nurture young, outstanding individuals like you. It is our [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/schoolarship.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/04/schoolarship-300x273.jpg" alt="" title="schoolarship" width="300" height="273" class="alignleft size-medium wp-image-1498" /></a>
<p align="justify">Minamas &#8211; Sime Darby Scholarship Programme 2010
</p>
<p align="justify">
Sime Darby, a diversified multinational with operations in over 20 countries, believes in developing sustainable futures. With more than 250,000 ha of estates and a workforce of over 30,000 employees, our wholly owned subsidiary, Minamas Plantation, is offering scholarships to nurture young, outstanding individuals like you. It is our aim to help you reach for the stars.
</p>
<p align="justify">
Scholarships are available for undergraduates (Srata Satu &#8211; S1) and postgraduates (Strata Dua &#8211; S2) in local and overseas universities.
</p>
<p align="justify">
<blockquote><p>For further enquiries, please contact us:<br />
E-mail: scholarship.indonesia@simedarby.com</p></blockquote>
<p>Information source : <a href="http://www.simedarby.com/Scholarships_For_Indonesia.aspx" target="_blank">http://www.simedarby.com/Scholarships_For_Indonesia.aspx</a></p>
<ul class="related_post"><li>December 19, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/12/19/scholarships-bursaries-university-of-the-arts-london-uk-2010/" title="  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010">  Scholarships &#038; Bursaries University of the Arts London, UK 2010 (0)</a></li><li>June 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/06/15/beasiswa-endeavour-untuk-studi-ke-australia/" title="Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia">Beasiswa Endeavour untuk Studi ke Australia (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/04/12/scholarships-for-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[
Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan di manapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya. Sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan terbelakang. Begitu pula suatu bangsa yang tanpa pendidikan. Ia akan menjadi suatu bangsa yang sulit berkembang dan terbelakang.


Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/03/pendidikan-anak.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/03/pendidikan-anak-300x199.jpg" alt="" title="NT5272852" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-1492" /></a>
<p align="justify">Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan di manapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya. Sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan terbelakang. Begitu pula suatu bangsa yang tanpa pendidikan. Ia akan menjadi suatu bangsa yang sulit berkembang dan terbelakang.
</p>
<p align="justify">
Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu berdaya saing, di samping pendidikan harus menghasilkan juga manusia yang berakhlak baik.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan ini semakin penting kedudukannya karena bangsa Indonesia telah memasuki zaman globalisasi. Bangsa kita akan terus terjajah secara ekonomi, budaya, dan lain sebagainya kalau kualitas sumber daya manusianya tidak dimajukan. Bangsa Indonesia harus mau belajar dari bangsa lain. Kualitas pendidikan yang rendah membuat sebagian negara Afrika dikuasai oleh bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Sebaliknya kalau kita lihat B Jepang yang sangat berkonsentrasi terhadap pendidikan, kini telah memetik hasilnya. Jepang yang miskin sumber daya alam telah menjadi bangsa yang unggul dan disegani karena kualitas sumber daya manusianya.
</p>
<p align="justify">
Usia Indonesia yang telah menganjak 65 tahun ternyata belum menyadarkan para pemangku kepentingan bangsa ini untuk lebih memperhatikan pendidikan. Kondisi Indonesia yang hampir separuh penduduknya hidup miskin bahkan di bawah garis kemiskinan seperti sekarang ini adalah dampak dari pendidikan sumber daya manusia yang belum berhasil. Padahal kita tahu bangsa ini dikaruniai Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan kita gagal menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang tangguh dengan karakter dan mental baja. Karena pendidikan kita hanya sekedar ijazah bukan substansi. Padahal pendidikan yang berkualitas itu bukan sekedar gelar, tetapi kualitas kemandirian. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapatkan hasil.
</p>
<p align="justify">
Akibatnya budaya instan mulai masuk dalam segenap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita lakukan dengan mudah, praktis, dan cepat. Kemajuan teknologi selain menguntungkan kita tetapi juga telah memanjakan kita. Membuat kita malas. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Berorientasi hanya kepada hasil. Celakanya penyakit ini telah menyebar ke berbagai sendi kehidupan, termasuk ke pendidikan kita.
</p>
<p align="justify">
Apakah pendidikan Indonesia akan mencetak orang-orang seperti ini ? tentu kita semua sepakat tidak rela generasi penerus bangsa ini menjadi generasi yang memble, suka instan dengan menghalalkan berbagai macam cara, tidak mau belajar keras, dan lain sebagainya. Untuk itulah sudah seharusnya pendidikan di Indonesia harus diarahkan untuk membangun karakter individu yang inovatif, kreatif, mandiri dan berdaya saing tinggi. Pendidikan yang dibisniskan, gelar yang diperjualbelikan akan membuat mental bangsa ini hancur dan hanya akan mencetak generasi yang akan menjadi kuli bagi bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Pendidikan kita gagal menghasilkan generasi yang mandiri, yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Setiap tahun pengangguran semakin bertambah. Kalaupun ada yang mendapat pekerjaan banyak yang hanya menjadi pegawai rendahan. Kurangnya inovasi dan jiwa kemandirian akan membuat bangsa ini selalu tergantung kepada bangsa lain.
</p>
<p align="justify">
Sekarang ini bangsa ini telah berhadapan dengan globalisasi. Sumber daya manusia harus kita tingkatkan dan kita jadikan prioritas utama dalam pembangunan suatu bangsa. Karena pendidikan adalah cermin kualitas sebuah bangsa. Pendidikan yang maju dan berkembang menunjukkan karakter bangsa tersebut yang selalu ingin maju dan ingin menjadi bangsa yang mandiri. Berdaulat penuh atas bangsa sendiri dan kekayaan sumber daya alamnya, sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai.</p>
<p>Di posting juga di :<a href="http://eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/hidayatus-syufyan-mahasiswa-itb-menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan.htm" target="_blank"> Era Muslim</a></p>
<blockquote><p>Ditulis Oleh :<br />
Hidayatus Syufyan<br />
ALumni Smadangawi 2005</p></blockquote>
<ul class="related_post"><li>June 21, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/21/mengelola-stress/" title="Mengelola Stress">Mengelola Stress (0)</a></li><li>March 28, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/28/meriah-dan-semakin-akrab/" title="Meriah dan semakin akrab">Meriah dan semakin akrab (0)</a></li><li>May 15, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/05/15/konsep-disiplin-kerja/" title="Konsep Disiplin Kerja">Konsep Disiplin Kerja (0)</a></li><li>April 6, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/06/10-cara-meningkatkan-inovasi/" title="10 Cara Meningkatkan Inovasi">10 Cara Meningkatkan Inovasi (2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/03/30/menjadikan-pendidikan-sebagai-prioritas-utama-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forsmawi UI Goes to School 2010</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[goes to school]]></category>
		<category><![CDATA[ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[smada]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<category><![CDATA[ui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1389</guid>
		<description><![CDATA[
Alumni Smadangawi, bekerjasama dengan salah satu komunitas akademis yang tentunya intelektualnya sudah tidak diragukan lagi, yakni Forsmawi UI, Forum Mahasiswa Ngawi UI, sebuah komunitas yang didalamnya adalah orang &#8211; orang intelek yang belajar di salah satu universitas ternama di Indonesia.
Merupakan sebuah terobosan yang luar biasa juga, bahwa dalam rangka memperkenalkan dan mempertajam keyakinan dari siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/02/forsmawi-ui.jpg"><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/02/forsmawi-ui-300x225.jpg" alt="" title="forsmawi-ui" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1390" /></a>
<p align="justify"><strong>Alumni Smadangawi</strong>, bekerjasama dengan salah satu komunitas akademis yang tentunya intelektualnya sudah tidak diragukan lagi, yakni <strong>Forsmawi UI, Forum Mahasiswa Ngawi UI</strong>, sebuah komunitas yang didalamnya adalah orang &#8211; orang intelek yang belajar di salah satu universitas ternama di Indonesia.</p>
<p align="justify">Merupakan sebuah terobosan yang luar biasa juga, bahwa dalam rangka memperkenalkan dan mempertajam keyakinan dari siswa yang masih duduk di bangku SMA, untuk bisa terus belajar sehingga mampu untuk memperoleh kesempatan menimba ilmu di Universitas Indonesia. </p>
<p align="justify">Forsmawi UI yang di gawangi oleh <strong>Cipta Widya Atmaja </strong> yang merupakan Alumni Smada Ngawi 2009, dan <strong>Ryan Ardiansyah</strong>, Alumni Smada ngawi 2007 Alumni muda yang penuh semangat dan kreasi, bersama rekan &#8211; rekannya mengadakan salah satu kegiatan yang merangsang daya belajar siswa &#8211; siswa SMA, baik SMADA ngawi, maupun SMA di Ngawi yang dikunjungi oleh tim ini.</p>
<p align="justify">Forsmawi UI menyelenggarakan satu kegiatan yang terkonsep dengan rapi, <strong>Forsmawi UI Goes To School 2010</strong>, menyampaikan informasi terkait UI dan memberikan salah satu kegiatan Try Out ujian masuknya.</p>
<p align="justify">Alumni Smadangawi, sebagai salah satu media komunikasi alumni SMada pun memberikan satu jalan lebar untuk memberikan support dan dukungan dalam kegiatan ini. Selama kurang lebih 5 hari ini dari tanggal 11 Januari 2010 kemarin tim yang langsung berangkat dari UI memberikan pelatihan , pengarahan , dan publikasi informasi terkait UI dan Try Out ke beberapa sekolah yang ada di Ngawi. </p>
<ul class="related_post"><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/peletakan-batu-pertama/" title="Peletakan Batu Pertama">Peletakan Batu Pertama (5)</a></li><li>April 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/04/03/smada-ngawi/" title="Smada Ngawi">Smada Ngawi (0)</a></li><li>April 27, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/04/27/enam-siswa-dinyatakan-tidak-lulus-unas-2010/" title="Enam Siswa dinyatakan tidak Lulus Unas 2010">Enam Siswa dinyatakan tidak Lulus Unas 2010 (2)</a></li><li>March 22, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/22/302-siswa-smada-ngawi-mengikuti-ujian-nasional-2010/" title="302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010">302 siswa Smada Ngawi mengikuti Ujian Nasional 2010 (6)</a></li><li>March 9, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/09/cangkruk-suroboyoan/" title="Cangkruk Suroboyoan&#8230;.">Cangkruk Suroboyoan&#8230;. (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/02/17/forsmawi-ui-goes-to-school-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 rahasia Sukses orang Jepang</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/08/10-rahasia-sukses-orang-jepang/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/08/10-rahasia-sukses-orang-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 07:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[
Ada beberapa hal yang patut untuk kita tiru, meskipun juga ada hal lain yang tidak sepatutnya menjadi panutan, itu sebuah kewajaran dari manusia, ada yang baik dan ada yang buruk, ada kelebihan ada pula kelemahan.
Berikut ini merupakan sepuluh hal rahasis sukses orang jepang

Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/01/jepang.jpg" alt="jepang" title="jepang" width="376" height="514" class="alignright size-full wp-image-1382" />
<p align="justify">Ada beberapa hal yang patut untuk kita tiru, meskipun juga ada hal lain yang tidak sepatutnya menjadi panutan, itu sebuah kewajaran dari manusia, ada yang baik dan ada yang buruk, ada kelebihan ada pula kelemahan.</p>
<p align="justify">Berikut ini merupakan sepuluh hal rahasis sukses orang jepang</p>
<ol>
<li>Kerja Keras
<p align="justify">
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
</p>
</li>
<li>Malu
<p align="justify">
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
</p>
</li>
<li>Hidup Hemat
<p align="justify">
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
</p>
</li>
<li>Loyalitas
<p align="justify">
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
</p>
</li>
<li>Inovasi
<p align="justify">
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
</p>
</li>
<li>Pantang Menyerah
<p align="justify">
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
</p>
</li>
<li>Budaya Baca
<p align="justify">
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
</p>
</li>
<li>Kerjasama Kelompok
<p align="justify">
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
</p>
</li>
<li>Mandiri
<p align="justify">
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
</p>
</li>
<li>Jaga Tradisi &#038; Menghormati Orang Tua
<p align="justify">
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.</p>
<ul class="related_post"><li>January 2, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/" title="Welcome 2010 welcome success">Welcome 2010 welcome success (3)</a></li><li>August 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/03/sukses-itu-dari-hati-dan-semangat/" title="Sukses itu dari hati dan semangat!!">Sukses itu dari hati dan semangat!! (1)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/08/10-rahasia-sukses-orang-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome 2010 welcome success</title>
		<link>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/</link>
		<comments>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 04:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumni.smadangawi.net/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat datang 2010, selamat datang mimpi &#8211; mimpi baru yang akan diwujudkan dan akan digapai lagi tujuan &#8211; tujuan yang telah dicanangkan, yang telah dirancang pada tahun &#8211; tahun sebelumnya.
Banyak impian baru dan doa serta harapan yang muncul di Tahun yang baru ini, di kesempatan terbaru yang diberikan kepada kita untuk bisa selalu memperbaiki tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alumni.smadangawi.net/wp-content/uploads/2010/01/tahun-baru-2010-150x150.png" alt="tahun-baru-2010" title="tahun-baru-2010" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1374" />
<p align="justify"><strong>Selamat datang 2010</strong>, selamat datang mimpi &#8211; mimpi baru yang akan diwujudkan dan akan digapai lagi tujuan &#8211; tujuan yang telah dicanangkan, yang telah dirancang pada tahun &#8211; tahun sebelumnya.</p>
<p align="justify">Banyak impian baru dan doa serta harapan yang muncul di Tahun yang baru ini, di kesempatan terbaru yang diberikan kepada kita untuk bisa selalu memperbaiki tujuan dalam hidup, tujuan dalam berkehidupan.</p>
<p align="justify">Tentunya dengan hadirnya tahun baru ini, tahun yang diyakini penuh dengan kegemilangan ini akan memacu kita untuk tetap bersemangat dan terus menunjukkan sikap positif kita dalam bermasyarakat, berkomunikasi , dan berkarya.</p>
<p align="justify"><strong>Selamat Tahun Baru, Happy New Year 2010.. Selamat datang sukses, sukses untuk kita semua, sukses untuk Alumni Smadangawi.</strong></p>
<ul class="related_post"><li>August 3, 2009 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2009/08/03/sukses-itu-dari-hati-dan-semangat/" title="Sukses itu dari hati dan semangat!!">Sukses itu dari hati dan semangat!! (1)</a></li><li>June 24, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/06/24/salah-satu-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh/" title="Salah Satu Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh  ">Salah Satu Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh   (0)</a></li><li>March 18, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/03/18/jelang-unas-ratusan-siswa-doa-bersama-menangis-haru/" title="Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru">Jelang UNAS , Ratusan  Siswa Doa Bersama Menangis Haru (0)</a></li><li>January 8, 2010 -- <a href="http://alumni.smadangawi.net/2010/01/08/10-rahasia-sukses-orang-jepang/" title="10 rahasia Sukses orang Jepang">10 rahasia Sukses orang Jepang (6)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumni.smadangawi.net/2010/01/02/welcome-2010-welcome-success/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
