Siaran Pers Pernyataan Sikap Alumni Smada Ngawi
- Thursday, June 4, 2009, 9:54
- Alumni Peduli, Headline News, Informasi
- 428 views
- 9 comments
Siaran Pers
Selamatkan Pendidikan dari Ketidakjujuran dan Arogansi BSNP
Kepada :
- Bapak Presiden RI
c.q. Menteri Pendidikan Nasional
Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta - Bapak Ketua DPR RI
Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta - Bapak Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan
Jl Jend Sudirman, Senayan, Jakarta - Bapak Kepala SMA Negeri 2 Ngawi
Jl. Raya Klitik, Tromol Pos 7, Ngawi - Rekan-rekan wartawan
Setelah melalui proses panjang, saat ini Pemerintah akhirnya menyetujui untuk mengkaji ulang pelaksanaan ujian ulangan pada peserta UN SMA yang tidak lulus pada ujian nasional tahun 2009. Namun demikian Pemerintah melalui BSNP (Badan Standarisasi Pendidikan Nasional) harus secara jujur dan transparan menyampaikan hasil dan nilai Ujian Nasional sebenarnya yang diperoleh siswa. Bukan hanya soal lulus dan tidak lulus.
Alumni SMA 2 Ngawi yang tergabung dalam Petisi Batavia meragukan keterangan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) yang menyebutkan bahwa peserta ujian nasional di 33 SMA, terutama SMA Negeri 2 Ngawi tidak lulus 100 % dalam Ujian Nasional tahun 2009. Sebagaimana diketahui bahwa BSNP menyebutkan telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional di SMA Negeri 2 Ngawi karena mereka memakai kunci jawaban palsu dan salah. Oleh karenanya hasil ujian tersebut harus dibatalkan.
Tuduhan tersebut sangat premature dan tidak berdasarkan bukti-bukti materiil dan formil yang cukup. BSNP hanya menjadikan asumsi-asumsi dan bukti “kira-kira” untuk membatalkan Ujian Nasional SMA Negeri 2 Ngawi pada khususnya dan ke-33 SMA pada umumnya. Sikap BSNP tersebut arogan dan berbahaya bagi kelangsungan pendidikan di nengeri ini di masa mendatang.
Menindaklanjuti petisi Batavia yang telah kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait, dengan ini jaringan alumni SMA Negeri 2 Ngawi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menyatakan sikap dan menuntut :
Demikian pernyataan sikap dan tuntutan kami semoga menjadi perhatian dan mendapatkan penyelesaian secara baik.
Hormat kami,
Atas nama Alumni SMA 2 Ngawi
M. Arief Kurniawan
Ketua Umum

betul sekali….,jangan sampai smada kita menjadi korban terhadap sesatu yang sifatnya sumir dan tidak jelas dasar hukumnya.
kepada perguruan tinggi yang sudah mencoret nama siswa dari SMADA untuk ditinjau kembali apakah kebijakan tersebut sudah adil, masa depan siswa di pertaruhkan disini, kebijakan tersebut membuat resah karena belum ada bukti kongkrit tentang adanya pelanggaran sebelum pihak kepolisian maupun pihak dinas pendidikan mengeluarkan pernyataan tentang salah tidaknya siswa Smada
dikupas abis apa sebenarnya yang telah terjadi!
agar tak meresahkan banyak pihak karena munculnya berbagai opini di masyarakat.
buat adik2 yang masih menempuh pendidikan di SMADA ngawi,
buktikan kalo SMADA tu berprestasi!
kagak seperti yang telah diberitakan.
Melihat hasil yang kontroversial ini, saya setuju siswa yang tidak lulus diberi hak dan kesempatan untuk melihat kertas kerjanya beserta hasil penilaian komputer. Setyelah itu kita harus berbesar hati menerima apapun hasilnya….
woke……
sya stju tu…
hruz transparan
SETUJU…..?! 100x
Saya gak trima hasil penghitungan yang menyebutkan “100% gak lulus”. jangan2 dah pada lupa caranya ngitung angka dalam bentuk persen?!
Ka..k, dukung dan doain kita teyuzz ya…?!
Uan ulangnya di pending sampai waktu yang tidak ditentukan. Sekarang kita terancam paket C dah?!
Padahal aku gak curang lo..w?!
Jawaban kami juga saling beda kuk?!
Yang pada jujur jadi kena batunya.
Kita sih maunya gak usah ujian ulang dan gak paket C, tapi kasus ini terkuak misterinya.hi..hi… Tapi kita trima kok kalo ujian ulang, bakal kita tunjukin kualitas kita. Ntar diawasi yang ketat ya…, matikan aja sinyal seluler.
Ujian ulang ??? siapa takut?!
tapi kalu dinyatakan nggak lulus 100% tanpa transparansi…? lihat aja nanti…!!!
Buka anname.blog.com ya…?! Sukron
harus ada transparansi!
SETUJU!!!!!habis gara2 itu banyak yang memandang sebelah mata sekolahku…HUKS jadi sedih…
merdekaa tapi wizz pernah..
membangun kualitas diri wae… untuk masa depan…
kawan-kawan kita pasti bisa…. bersama kita kuat hadapi semua….